Connect with us

Headline

Mahasiswi Kritis saat Aborsi

-

MAKASSAR, BKM — Jarum jam baru menunjuk pukul 04.30 Wita, Kamis (21/1). Namun suasana di sebuah rumah kontrakan Perumahan Griya Fajar Mas Blok D nomor 9 sudah geger di subuh itu. Ternyata ada peristiwa heboh.
Ana Novianti (20), seorang mahasiswa sebuah perguruan tinggi negeri di Makassar ditemukan dalam kondisi kritis. Ia mengalami pendarahan hebat di dalam kamar mandi setelah mencoba melakukan aborsi.
Tubuh Ana pertama kali ditemukan dua rekannya sesama penghuni kontrakan bernama Akram (21) dan Ikbal (19). Selanjutnya, mereka menghubungi taksi untuk membawanya ke Rumah Sakit Syekh Yusuf Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Sungguminasa. Ana kemudian dibawa ke ruang IGD maternal.
Setelah mendapat perawatan medis, akhirnya bayi yang diperkirakan berusia tujuh bulan berhasil dikeluarkan dari rahim sang mahasiswi. Sayang, ia lahir dalam kondisi sudah tak bernyawa lagi.
Mendapat informasi tersebut, aparat Polsek Rappocini yang dipimpin Dantim Dantim Resmob Unit Reskrim Aiptu Budisman Nur, langsung mendatangi RS Syekh Yusuf, tempat Ana mendapat penanganan medis.
Dari informasi yang dihimpun, diketahui bahwa saat hendak dikeluarkan secara paksa, sebagian badan bayi tersebut masih tersangkut di dalam rahim. Kuat dugaan, bayi malang itu merupakan hasil hubungan gelap Ana dengan kekasihnya.
Menurut keterangan Akram, Ana punya pacar yang berprofesi sebagai sopir angkutan antardaerah bernama Edy. ”Sebelum kejadian, si Ana datang bersama pacarnya. Ana masuk kamar, sementara pacarnya langsung pergi. Belakangan baru ketahuan kalau Ana dalam kamar mandi berlumuran darah. Saya tahu itu ketika terdengar suara gaduh dari dalam kamar mandi,” ujar Akram.
Kakak kandung Ana bernama Erwin (24) yang datang ke rumah sakit, kemarin mendapat penjelasan dari petugas medis. ”Saya dapat informasi kondisi adik saya dalam keadaan kritis, sebab rahimnya ikut keluar bersama bayinya yang sudah meninggal. Katanya, ini akibat tekanan yang sangat kuat pada perut adik saya hingga kondisinya seperti itu. Kalau tidak dioperasi, kemungkinan nyawanya tidak tertolong. Itupun juga kalau dioperasi, dokter tidak menjamin keselamatan nyawa adik saya,” terang Erwin.
Hingga berita ini dibuat, tim medis masih melakukan upaya penyelamatan terhadap Ana Novianti, yang merupakan anak bungsu dari lima bersaudara.
Setelah mengetahui kondisi Ana Novianti, Tim Resmob Polsek Rappocini langsung melakukan pengejaran terhadap pacar korban. Alhasil, Dedy Kurniawan (27) berhasil diamankan.
Warga Lausa RT 005/RW 002 Kelurahan Goarie, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng ini diringkus oleh polisi yang dipimpin Dantim Aiptu Budisman Nur. Dedy diciduk di sekitar RS Syekh Yusuf.
Polisi butuh waktu enam jam untuk menangkap Dedy yang sempat pulang ke Bone. Ia diciduk saat berada di atas kendaraannya Toyota Innova warna hitam bernomor polisi DD 287 XL. Mobil bernomor plat pribadi itu dijadikan sebagai angkutan penumpang umum.
Dedy kemudian digelandang ke Mapolsekta Rappocini guna dimintai keterangannya. Dihadapan polisi, Dedy mengaku sudah beristri. Istrinya tinggal di Desa Lamuru, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone.
“Kalau saya sudah bawa mobil daerah jurusan Makassar-Soppeng selama empat tahun. Saya pacaran sama dia (Ana) sudah lebih satu tahun,” ungkap Dedy.
Sebelum melakukan aborsi, Dedy membawa kekasihnya di rumah kontrakannya Perumahan Griya Fajar Mas Blok D nomor 9, Makassar. Ia sempat memberi minuman obat jenis kastrol sebanyak dua biji.
“Belika obat dan saya menyuruhnya untuk meminum obat itu. Obat yang saya beli itu harganya Rp200 ribu per biji di Soppeng. Dua biji saya kasih minum di penginapan jalan Dg Tata. Jam 8 malam saya antar ke Perumahan Griya Fajar Mas,” terangnya.
Setelah mengantar pacarnya ke rumah kontrakan yang dihuni lima orang itu, Dedy kemudian meninggalkannya. Ia langsung pulang ke kampung istrinya di Kabupaten Bone.
“Saya pulang ke rumah istri saya dan menyampaikan kalau mau ke bandara untuk ambil penumpang. Padahal saya mau kunjungi pacar saya di rumah sakit,” jelasnya.
Kapolsek Rappocini yang dikonfirmasi, sore kemarin mengatakan penyidiki masih memeriksa Dedy secara intensif. Ia dijerat kasus aborsi, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. (ish/rus/b)

Share

Komentar Anda

Populer Minggu ini