Connect with us

Gojentakmapan

Pangdam Papar Konsep Perumahaan TNI

-

MAROS, BKM — Panglima Kodam (Pangdam) VII/Wirabuana, Mayjen TNI Agus Surya Bakti memaparkan konsep kerjasama pihak pengembang untuk pembangunan perumahaan bagi prajurit TNI.
Hal itu disampaikan Pangdam saat melakukan kunjungan kerja ke Kodim 1422 Maros Kamis (21/1). Pangdam mengatakan, pihaknya telah menyediakan fasilitas rumah bagi anggota TNI yang dibangun di Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa.
Perumahaan bagi anggota TNI, kata pangdam, untuk menghindari persoalan rumah dinas (rumdis) yang masih banyak di tempati para purnawirawan TNI.
Adapun perumahaan yang disediakan dapat dijangkau, karena harganya jauh lebih murah dari harga rumah dipasaran. “Saya sendiri melobby ke pengembang agar mereka mau menyediakan perumahan bagi prajurit TNI, tapi dengan harga di bawah pasar. Kita cari pengembang yang memiliki semangat kecintaan terhadap NKRI, sehingga ambil untung dari pembangunan perumahan untuk TNI ini tidak terlalu banyak,” papar pangdam yang juga suami Bella Shafira itu.
Pangdam menambahkan, sebagai tahap awal disediakan sekitar 1.000 unit rumah dengan type 36 sampai 70. Perumahaan hanya dikhususkan bagi prajurit TNI yang masih aktif, mulai dari prajurit Bintara dan Perwira.
“Terbukti, setelah diluncurkan program ini sekitar 650 unit rumah telah dipesan oleh prajurit TNI. Sedangkan dana pembelian rumah murah ini akan diambil dari tabungan anggota TNI yang tiap bulan dipotong dari gajinya,” jelas pangdam.
Untuk sementara, program rumah murah ini baru dilakukan di Makassar. Sedangkan untuk daerah lain, kata pangdam, masih dalam proses mencari pengembang yang bisa bekerjasama. Selain itu, pembangunan perumahaan juga membutuhkan lokasi yang tepat dan tidak terlalu jauh dari kesatuan mereka.
“Daerah lain kita usahakan. Karena mencari pengembang yang mau bangun rumah di bawah harga pasar juga tidak mudah. Tapi kita tetap berupaya untuk itu,” tegas pangdam.
Pangdam juga berharap, program perumahaan anggota TNI bisa berkembang dan menjadi solusi bagi prajurit aktif yang belum memiliki hunian pribadi.
“Bukannya kita tega, hanya saja kalau purnawirawan menetap di rumah dinas, kasihan prajurit yang baru. Mereka mau tinggal dimana,” kuncinya. (ari-ril/c)

Laman: 1 2

Share

Komentar Anda

Populer Minggu ini