Connect with us

Gojentakmapan

Pengantin Baru Wajib Tanam 30 Pohon

-

JENEPONTO, BKM — Kebijakan unik dilahirkan Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar. Demi mengoptimalkan program Jeneponto Hijau, Iksan bahkan mewajibkan para pengantin baru untuk menaman sebanyak 30 pohon di pekarangan rumah meraka.
Aturan mewajibkan penanaman 30 pohon bagi pengantin baru, kata Iksan, akan diusulkan dalam peraturan desa (perdes). Adapun 30 pohon tersebut, 20 diantraanya wajib ditanam bagi pengantin pria dan 10 pohon bagi pengantin wanita.
“Saya minta dalam perdes ada aturan yang mewajibkan setiap pengantin baru menanam 30 pohon. 20 pohon untuk pengantin pria dan 10 pohon untuk pengantin wanita. Tujuannya agar target program Jeneponto Hijau bisa kita optimalkan,” imbuh Iksan dalam acar tatap muka bersama 48 kepala desa (kades) se Jeneponto, di ruang pola kantor bupati, Kamis (21/1).
Iksan juga menyampaikan agar para kades pintar menyusun perdes yang akan dilahirkan nantinya. Perdes tersebut, kata Iksan, juga harus bersinegi dengan program-program yang dicanangkan Pemkab Jeneponto.
Iksan memberikan motivasi kepada para kades agar selalu berinovasi, sehingga menimbulkan dampak peningkatan ekonomi bagi warganya.
“Perlu diketahui bahwa ada kades diundang ke Istana Presiden dan diberikan penghargaan karena berprestasi serta pintar menyusun perdes tentang bebas rokok. Itu semua patut dicontoh,” pinta Iksan memotivasi.
Sementara Ketua Apdesi Kabupaten Jeneponto, Andi Pangerang Mustamu menilai imbauan bupati bertujuan untuk merubah pola pikir lama kades ke pola pikir yang lebih kreatif dan produktif.
“Ini anjuran yang positif. Kami di Desa Punagayya juga akan segera membuat perdes tentang penghijauan dimana setiap calon pengantin yang akan melakukan administrasi di kantor desa wajib menanam pohon,” jelas Andi Pangerang.
Hal senada disampaikan Pasiter Kodim 1425 Jeneponto, Kaptinf Muh Amin. Pihaknya mendukung masukan bupati guna mengoptimalkan penghijauan di wilayah Jeneponto.
“TNI dan Polri sudah sejak awal melakukan penanaman mangrove diwilayah pantai. Tujuannya untuk menahan abrasi. Tapi apa yang kami lakukan tidak cukup tanpa ada pergerakan masiv dari masyarakat untuk ikut mensukseskan program hijau,” jelas Muh Amin. (krk-ril/b)

Share

Komentar Anda

Populer Minggu ini