Connect with us

Sulselbar

Wali Kota Sidak Pelayanan PDAM

-

PAREPARE, BKM — Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe minta Direktur PDAM Parepare, Lukman Hakim meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Permintaan ini disampaikan Taufan disela-sela kunjungannya, Rabu (20/1). Taufan tak menutup mata terhadap berbagai persoalan yang terjadi di PDAM saat ini termasuk kendala yang dihadapi perusahaan ini dalam hal ketersediaan air baku.
Namun kendala ini tidak boleh menghilangkan fungsi pelayanan yang ramah kepada konsumen.
Kenyamanan dan keamanan konsumen kata Taufan harus jadi prioritas. “Siapkan tempat duduk yang baik. Air minum di ruang tunggu. Berapa sih harga dipenser. Kalau perlu pelayanannya seperti di Bank. Saya dukung ki, silahkan berinovasi,” tegas Taufan kepada Direktur PDAM, Lukman Hakim.
Taufan mendesak agar direktur baru dilantik berani menindak staf yang malas berkantor, apalagi menganggu kinerja pelayanan. Coret dan kalau perlu berhentikan. Kita siap hadapi di pengadilan. Ini persolan pelayanan masyarakat, memangnya ini perusahaan nenek moyang,” katanya.
Lukman juga diminta berlaku bijak terhadap bawahannya. Jangan sampai ada orang berkinerja baik tidak diberi apresiasi, dan sebaliknya ada staf yang malas dan tidak pantas menerima apresiasi dari perusahaan. Malah diperhatikan dan diberi honor yang tidak layak dia terima.
Saa tiba Taufan langsung menuju di ruang pertemuan yang bersebelahan dengan ruang kerja direktur. Ia mengumpulkan seluruh pejabat struktural dan mengabsen mereka satu persatu. Pertemuan ini juga dihadiri beberapa anggorta Dewan, salah satunya Abdul Muin.
Taufan sempat mempertanyakan dua pejabat struktural yang tidak hadir dalam pertemuan tersebut, salah satunya Kepala Bidang Teknik dan Operasi, Sukarno. Pertanyaan ini dijawab oleh Lukman bahwa khusus Sukarno, ia telah mengajukan pengunduran diri beberapa hari lalu.
Mendapat penjelasan demikian, Taufan langsung mengejar Lukman dengan pertanyaan susulan dengan sedikit sengit. Dengan nada tegas, Taufan mempertanyakan alasan pengunduran diri Sukarno. “Kenapa mundur, tidak mungkin mundur kalau tidak ada masalah,” katanya.
Ia mengatakan, dirinya ingin performance PDAM bagus dan tidak sebaliknya dipenuhi keluhan oleh pelanggannya. Setiap hari kata Taufan, dirinya tidak sedikit menerima SMS terkait pelayanan PDAM.
Soal penetapan Lukmamn Hakim sebagai direktur, kata Taufan, hal tersebut telah melalui proses dan seleksi terbuka yang fair. “Saya tidak kenal dia. Tidak ada like and dislike, begitu juga Dewas (Dewan Pengawas,red),” tegasnya.
Kebijakan ini diambilnya, ujar Taufan, karena dirinya ingin melihat perusahaan ini baik, dan ingin merubah paradigma di PDAM yang sebelumnya terindikasi dimanej secara carut marut.
Ia minta pejabat dan karyawan PDAM mendukung direktur yang baru. Sementara kepada Dewas Taufan minta agar jangan mencapuri perusahaan.
“Cukup lakukan pengawasan, kalau ada masalah laporkan ke wali kota. Jauh lebih efektif kerja Dewas kalau mereka bekerja secara silence dan tidak terlalu mencampuri manajemen perusahaan,” katanya. (smr/C)

Share

Komentar Anda

Populer Minggu ini