Connect with us

Headline

Yayasan untuk Anak Jalanan

-

KEPEDULIAN Suprapti Abdullah Fatah terhadap anak-anak kurang mampu dan anak jalanan patut diacungi jempol. Perempuan single yang akrab disapa Maya ini meluangkan waktunya sekadar untuk mengurusi anak-anak tersebut. Ia bahkan membentuk sebuah lembaga yang dinamainya Yayasan Cinta Maya Damai.
Melalui yayasan yang didirikannya, Maya mengajak anak-anak yang memiliki potensi tapi tidak punya jalan untuk menyalurkannya. ”Yayasan Cinta Maya Damai memberikan tempat bagi anak jalanan dan anak-anak kurang mampu untuk menuntut ilmu, sekaligus menyalurkan bakat dan hobinya,” ujarnya.
Asik dengan kegiatannya di yayasan, serta jobi berpetualang, membuat Maya masih saja sendiri hingga saat ini. Padahal usianya kini sudah menginjak angka 32 tahun.
Namun, dia punya alasan yang membuatnya belum menemukan pendamping hidupnya sampai sekarang. Ya, Maya ingin mendapatkan seorang suami yang mengerti dan faham dengan aktivitas serta hobinya,.
”Agak susah memang. Aku kan suka berpetualang. Jadi kalau punya suami, terus tidak pengertian, nantinya bisa-bisa aku diceraikan. Saya tidak mau seperti itu. Terus terang saja, saya mencari calon suami yang saleh tapi pantang poligami. Biar sekarang juga kalau ada yang sabar, ayo ke pelaminan,” tantang Maya sambil tertawa.
Jika kelak telah menemukan pasangan hidup dan berkeluarga, Maya berjanji untuk memprioritaskan urusan rumah tangga. Ia tidak ingin membiarkan suaminya kekurangan lahir dan batin.
”Tapi tidak harus siaga 24 jam, ya,” cetusnya, yang sekali lagi sambil tersenyum.
Apakah pernah patah hati hingga belum keluarga sampai saat ini? Maya mengaku tidak pernah mengalami hal itu. Meski begitu, diakui bahwa dirinya pernah putus cinta, namun tidak patah hati amat.
”Saya justru berpikir itu yang terbaik. Mungkin Tuhan akan mempertemukan dengan jodoh yang lebih baik,” katanya memberi alasan.
Memiliki tiga cabang yayasan yang telah didirikan, membuat Maya harus sering keluar kota. ”Saya tidak menetap di Makassar terkadang harus berangkat mengurus kantor yang lain. Kalau di Makassar kantornya ada di Hertasning. Sementara di Maluku, yayasan kita ada di Ambon. Kalau di Singapura ada Geylang,” terangnya.
Untuk mencukupi kebutuhan anak-anak yang dinaunginya, Yayasan Cinta Maya Damai mendapat donatur dari luar. Selain itu, juga bekerja sama dengan beberapa pemerintah daerah.
Yayasan ini juga aktif membuat film-film dokumenter ataupun film pendek, di mana pemerannya adalah anak-anak binanan yayasan. ”Ini sementara tahap produksi film soal Malino. Kami bekerja sama dengan swasta. Sementara untuk di Maluku, saat ini saya membuat sekolah alam Maya,” tandasnya. (jun/rus/c)

Share

Komentar Anda

Populer Minggu ini