Politik

Musda Demokrat, Geerhan Lantara Versus Pramono Edhy


MAKASSAR, BKM–Pertarungan di Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Sulsel antara Ni’matullah dengan Syamsu Rizal semakin seru. Pasalnya, dua kekuatan dari elit di DPP disebut ikut menentukan siapa sesungguhnya yang mampu menggantikan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) sebagai ketua Demokrat Sulsel 9 hingga 12 Maret mendatang.
Kedua kekuatan tersebut yakni Andi Geerhan Lantara dengan Pramono Edhy Wibowo. Geerhan disebut bersama Jafar Hafsa dan Andi Timo Pangerang lebih mendukung Deng Ical-panggilan Syamsu Rizal, sementara Pramono bersama Syarif Hasan dan Reza Ali lebih mendukung Ni’matullah.
Sebelumnya,Geerhan bersama Jafar Hafsa telah mengumpulkan para ketua DPC di Grand Asia Makassar pekan lalu. Dalam pertemuan tersebut, tidak melahirkan keputusan yang cenderung mengarahkan agar DPC memberikan dukungan ke Ical dari Ni’matullah. Alasan DPC karena hasil Rakorda yang digelar di Kabupaten Bone Ni’matullah dipasangkan dengan Ical dalam sebuah paket.
Sumber lain yang diterima koran ini menyebut jika Pramono yang tak lain adalah ipar SBY bersam Syarif Hasan dan Reza Ali meminta agar Ni’matullah tidak mundur dari pencalonan sebagai ketua DPD di Musda nanti. “Saya meminta agar Ni’matullah tidak mundur dari pencalonan, DPP tidak pernah memberikan dukungan kepada salah satu calon,”ujar Sumber yang minta namanya tidak ditulis.
Dosen Politik UIN Alauddin, Firdaus Muhammad menilai persaingan keduanya cukup dinamis sebab didukung kemampuan personal dan juga dukungan tokoh politik dari elit DPP. “Tetapi kekuatan sesungguhnya tergantung pada mobilisasi suara. Sementara pengaruh tokoh atau elit Demokrat seharusnya bersifat moril saja, bukan mobilisasi suarta,”ujar Firdaus, Jumat (26/2).
Firdaus menggambarkan Ical sementara menguat, tetapi manuver Ulla juga tidak dapat diabaikan.
Hal berbeda disampaikan dosen politik Unibos 45 Arief Wicaksono. Menurutnya, baik Ical maupun Ulla punya peluang itu. Itu tercermin dari masing-masing dukungan yang didapatkan keduanya, namun kunci dari Partai Demokrat masih tetap SBY, “Tinggal dilihat bagaimana posisi Geerhan dan Pramono dihadapan SBY. Siapa yang paling tidak ada cacatnya didepan SBY itulah yang didukung full DPP”ujarnya. (ita/rif/c)

Komentar Anda





Comments
To Top
.