Connect with us

Bisnis

Apindo Dorong Mahasiswa Jadi Enterpreneur

-

MAKASSAR, BKM — Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel, La Tunreng, menyatakan, peredaran ekonomi di Sulsel hanya kebagian 5,3 persen. Hal ini tentu menjadi perhatian lebih bagi perguruan tinggi untuk meningkatkan kreativitas dan skill. Hal ini tentu harus menjadi perhatian bagi perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk berbenah diri.
”Jangan selalu merasa puas dengan apa yang ada. Coba selalu meningkatkan kreativitas. Sehingga keberadaan dunia usaha dan pekerja-pekerja kita untuk memiliki kemampuan lebih. Sehingga keberadaan dunia usaha kita bersama para pekerja kita memiliki skill dan kemampuan lebih yang bisa mengolah sumber daya yang kita miliki,” kata La Tunreng di hadapan peserta lokakarya Strengtheningthe Role of Career Development Center (CDC) yang berlangsung di Hotel Grand Clarion Makassar, Rabu (16/3). Lokakarya ini digelar USAID HELM (Higher Education Leadership and Management) bekerjasama Apindo Sulsel.
Dengan jumlah penduduk 1,3 sampai 1,5 juta jiwa, memiliki pekerja dengan sumber daya yang mumpuni, secara otomatis akan memberikan dampak perkembangan signifikan. Termasuk enterpreneurship. Melalui pendidikan, tentu akan mencetak sumber daya yang mumpuni dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
”Dalam menghadapi MEA, persiapan secara mutlak itu adalah pendidikan yang bukan sekadar membaca buku. Tapi bagaimana mereka memiliki kompetensi dan skill. Juga moralitas yang terbangun dengan spirit yang kuat. Tak hanya itu, bagaimana tenaga pendidik harus memiliki jiwa enterpreneur bukan berarti harus menjadi pengusaha,” katanya.
USAID HELM sendiri mendukung pemerintah Indonesia mereformasi pendidikan tinggi di negeri ini. USAID HELM bertujuan memperkuat kinerja sistem pendidikan tinggi di Indonesia. Berdasarkan survei USAID HELM selama ini, banyak lulusan sekolah menengah dan pendidikan tinggi tidak memiliki kemampuan yang dibutuhkan industri lokal ketika mereka mencari pekerjaan. Keadaan tersebut disebabkan kurangnya pengetahuan mengenai industri. Sekaligus kurangnya persiapan di kalangan mahasiswa sendiri untuk menghadapi dunia kerja. (ina/mir/c)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini