Connect with us

Gojentakmapan

Mobiler Sekolah Terancam Ditarik Paksa

-

TAKALAR, BKM — Sedikitnya 50 pasang bangku yang digunakan sebagai sarana pendukung kegiatan belajar mengajar di Ssekolah Dasar Negri (SDN) Boddia, Desa Boddia, Kecamatan Galesong terancam ditarik paksa oleh pengusaha mobiler. Ancaman tersebut menyusul, biaya pengadaan bangku dan meja belum terbayarkan.
Baharuddin Ago, selaku rekanan pengadaan mobiler mengaku, bahwa bangku yang didrop ke sekolah tersebut, atas permintaan Dinas Pendidikan Kabupaten melalui Bidang Sarana dan Prasarana Tahun 2015, namun sampai saat ini anggaran pengadaannya kurang lebih Rp20 juta belum dibayarkan.
“Saya terpaksa akan mengambil kembali 50 pasang meja kursi disekolah tersebut, karena biaya pengadaan belum dibayarkan sedikitpun oleh Kabid Sarana dan Prasarana yang saat itu dijabat oleh Pak Sirfan Mone,” beber Baharudin Ago, Kamis (26/5).
Didampingi rekan kerjanya, Burhanuddin Ago menambahkan, dirinya bersama koleganya telah berupaya melakukan komunikasi terkait persoalan ini pada pihak sekolah dan Sirfan Mone, namun kedua pihak tersebut malah saling lempar tanggung jawab.
“Kami sudah bertemu dengan kedua pihak tersebut, namun keduanya tidak mempunyai niat baik membayarkan 50 pasang bangku dan meja siswa yang sudah digunakan kurang lebih satu tahun, keduanya malah saling lempar tanggung jawab tidak mau membayar,” urai Baharuudin Ago yang diiyakan oleh rekan lainnya.
Sementara Kepala SDN Boddia, Hj Rahmatia Dang Ngai yang dikonfirmasi melalui ponsel pribadinya membenarkan adanya persoalan ini.
“Sekolah kami hanya penerima manfaat yang membayarkan adalah bidang sarana dan prasarana, bukan sekolah yang bertanggung jawab. Pengadaan mobiler ini sepenuhnya tanggung jawab bidang sarana dan prasarana yang dijabat oleh pak Sirfan Mone saat itu. Silahkan diambil kalau memang belum dibayar, Kasihan itu pengusaha kalau belum diberikan uangnya,” tandas Hj Rahmatia.
Kabid Sarana dan Prasarana, Sirfan Mone yang sekarang menjabat Sekretrais Dinas PU Takalar, hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi. Nomor ponselnya yang berusaha dihubungi sedang tidak aktif. (ari-ril)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini