Politik

HMI Ajak Mahasiswa Kawal Pileg dan Pilpres


BKM/HAIRIL DIALOG--Ketua KNPI Sulsel Imran Eka Saputra menjadi pembicara pada dialog publik yang digelar HMI Cabang Gowa Raya di Warkop Bundu Hertasning Jumat (14/9). Hadir Ketua Jurusan Ilmu Politik UINAM, Dr Syahrir Karim dan Ketua Cabang HM Gowa Raya Andi Jimmy R

MAKASSAR, BKM–Organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI) Cabang Gowa Raya mengajak elemen masyarakat lainnya agar dapat mengawal pelaksanaan Pemilihan anggota legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden dan waklil presiden (Pilpres) yang digelar serentak pada 17 April 2019 mendatang.
Ajakan tersebut terungkap pada Dialog Publik yang digelar HM Gowa Raya di Warkop Bundu jalan Hertasning Makassar Jumat (14/9). Dialog yang bertajuk #2019HMIMengawalDemokrasi, dengan tema “Menciptakan Pilpres dan Pileg Damai”, dihadiri puluhan peserta, baik dari kalangan pengurus HMI Makassar, maupun beberapa aktivis dan tokoh lainnya.
Ketua HMI Cabang Gowa Raya, Andi Jimmy R mengaku dalam sambutannya mengatakan bahwa HMI akan mengawal proses demokrasi tahun 2019 dalam nuansa politik pemilu legislatif dan pemilu presiden. “Kita harapan agar pihak penyelenggara dapat bekerjasama dengan HMI untuk bersama-sama mengawal proses demokrasi dengan baik,” ujarnya.
Ketua Bidang Sospol HMI Cabang Gowa Raya, Abdul Latif menuturkan HMI harus mengawal proses demokrasi pemilihan Pileg dan Pilpres 2019. Banyak lingkup yang bisa dikawal anggota HMI pada pemlihan selanjutnya khususnya diwilayah Gowa dan Makassar. “HMI sudah berjuang sekian puluhan tahun berjuang untuk bangsa bukan hanya mengawal demokrasi pada pemilihan Pileg dan Pilpres 2019 nantinya. HMI Cabang Gowa Raya ini punya lingkup untuk mengawal pada pemilihan Bupati Gowa maupun Pemilihan Wali kota Makassar,”ujarnya.
Ketua KNPI Sulsel, Imran Eka Saputra menuturkan bicara demokrasi yang dalam kurung waktu tidak lama lagi ini, tentu mahasiswa mempertanyakan perannya dimana. Sebab sejauh ini peran pemuda sangat rendah dalam berpartisipasi dalam pesta demokrasi, lebih banyak yang berpartisipasi adalah masyarakat yang rendah pendidikan dan ekonominya. “Namun dalam pesta demokrasi bermuara melahirkan lahirnya pemimpin yang berkualitas dan berintegritas, namun prpses demokrasi sebelumnya ini kita lihat masoh jauh. Seharusnya kita sebagai Pemuda ini harus berpartisipasi menyuarakan suaranya, mayoritas pemilih saat ini pendidikan dan ekonomi rendah,” jelasnya.
Apalagi saat ini, Imran menghimbau femokrasi saat ini masih berpegang teguh terhadap model demokrasi liberal yang dipengaruhi oleh orang-orang barat. “Saya belum liat muaranya mahasiswa ini terlibat dalam pengawalan demokrasi. kita tidak ingin teman-teman ini bukan ikut demo, ikut jadi tim sukses.Tapi Masuk terlibat mengawasi itu ada anggarannya untuk itu, setelah muara dialog ini,” tuturnya.
Ketua Jurusan Ilmu Politik UINAM, Dr Syahrir Karim menyatakan peran tagar tagar di media sosial ini banyak sekali saling serang, jangan diherankan jika banyak aksi-aksi yang merusak demokrasi Indonesia. Belum lagi, dalam mengawal demokrasi 2019 nantinya mahasiswa harus punya identitas yang jelas. “Kondisi saat ini kita masih miskin gagasan mengawal pesta demokrasi. Saya minta sekalian gerakan-gerakan ini harus punya identitas yang tidak jauh dari kader-kader HMI, apalagi banyaknya tagar-tagar saat ini masih banyak mahasiswa juga terlibat, makanya tekankan harus adek-adek harus punya identitas yang jelas,”pungkasnya. (Ita/rif)

Komentar Anda





Comments
To Top
.