Connect with us

Sulselbar

Gubernur Utus Tim ke Parepare

-

MONEV -- Tim dari Pemprov Sulsel saat melakukan monitoring pembangunan RS Hasri Ainun Habibie di Kota Parepare didampingi Walikota Parepare HM Taufan Pawe, Senin (7/10).

PAREPARE, BKM — Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah mengirim tim monitoring evaluasi (Monev) melakukan pemantauan pembangunan RS Hasri Ainun Habibie di Kota Parepare, Senin (7/10).
Tim didampingi Walikota Parepare HM Taufan Pawe melihat dari dekat pembangunan RS Hasri Ainun Habibie. Satu persatu item dimulai dari ruang lobby lantai dasar hingga lantai tujuh sejauh mana progres proyek yang dikerjakan PT Wara Karya Konstruksi-PT Raya Sinergis (KSO) dengan nilai kontrak Rp 58,8 milyar.
Walikota Parepare, HM Taufan Pawe mengatakan Pemkot tidak hanya siap dari segi infrastruktur tapi juga dari segi organisasi telah terbentuk sala satunya IDI. “Parepare memiliki 44 dokter spesialis dan 14 dokter umum, serta beberapa dokter lainnya yang ada di Puskesmas. Tenaga dan alat medis yang kita miliki mengikuti tren kekinian,” ujar Taufan.
Menurut Taufan, sejak dikerjakan selama dua bulan lamanya, mulai 1 Agustus 2019 hingga kini, progres pembangunannya telah mencapai 40,18 persen, dimana didukung tenaga kerja sekitar 350 jiwa, baik dari lokal maupun luar daerah.
“Kita target di bulan Oktober 2019, progresnya mampu mencapai 70 persen. Ini bukan tanpa alasan, bantuan dana dari Provinsi telah masuk di kas daerah sekitar 30 persen atau sekitar Rp17 miliar, dan telah diberikan kepada rekanan sebesar 20 persen atau lebih Rp11 miliar. Kita masih simpan di kas daerah sebesar Rp5 miliar, hal ini yang akan mewujudkan tercapainya 70 persen progres pembangunan rumah sakit regional ini,” jelasnya.
Ketua Tim Monev Sulsel, Prof Yusran mengatakan, Walikota Parepare, HM Taufan Pawe, seirama dengan Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah mengakui letak rumah sakit ini sangat bagus.
Menurutnya, Kota Parepare merupakan harapan besar bagi Gubernur Sulsel, dimana secara fisik pembangunan rumah sakit regional sudah ada. Ini salah satu upaya membuka akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat segera terwujud.
“Tugas kami mempercepat progres mencairkan dana bantuan, dan saya rasa itu tidak ada masalah. Kami juga menilai rumah sakit ini paling strategis lokasinya , sehingga diharapkan akan jadi rumah sakit yang diandalkan kedepannya. (mup/C).

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini