Connect with us

Headline

Digagas Program Belanja Daring di Pasar Tradisional

Dirops PD Pasar Saharuddin Ridwan di Diskusi Mempoki ri BKM

-

MAKASSAR, BKM — Sesi diskusi Membahas Problematika Kota Kita di Berita Kota Makassar (Mempoki ri BKM) kembali bergulir, Senin (2/3). Kali ini yang dibahas tentang permasalahan pasar. Direktur Operasional (Dirops) Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya Saharuddin Ridwan tampil sebagai narasumber.

DI depan awak BKM di lantai III Gedung Graha Pena, Sahar –sapaan akrab Saharuddin Ridwan– mengawali penjelasannya tentang keprihatinan kian menurunnya minat berbelanja di pasar tradisional. Hal itu berdampak pada makin sepinya praktik jual beli di dalamnya. Kenyataan tersebut menjadi perhatian serius PD Pasar, utamanya oleh para direksi yang belum lama ini dilantik.
Berbagai program mulai disiapkan untuk melawan gempuran sistem belanja offline (luring/luar jaringan) yang dilakukan para waralaba, serta online alias daring (dalam jaringan).
”PD Pasar sudah saatnya harus melakukan inovasi agar bisa melawan gempuran sistem belanja offline dari pasar modern dan penjualan online. Kalau tidak, bisa jadi lima hingga 10 tahun ke depan pasar tradisional akan mati secara perlahan,” ujarnya.
Untuk itu, menurut direktur Yayasan Peduli Negeri (YPN) ini, PD Pasar Makassar Raya mulai melakukan upaya massif dan terintegrasi dengan sistem offline dan online.
Caranya, kata Sahar, PD Pasar akan membuat pasar percontohan modern dan pasar wisata, agar para wisatawan yang berkunjung ke kota ini lebih nyaman berbelanja. “Kita akan bangun pasar wisata. Di pasar wisata akan menjual semua kebutuhan masyarakat dan wisatawan, seperti jajanan, oleh-oleh, sayuran hingga daging yang lebih fresh dan bersih,” ungkap Sahar.
Lokasi yang dibidik adalah kawasan Pasar Kampung Baru. Alasannya, tempat tersebut dekat dengan kawasan wisata sehingga mudah diakses.
Selain itu, tambah Sahar, PD Pasar juga akan membangun baruga pasar. Fasilitas ini berada di dalam pasar dan modelnya sama dengan minimarket yang ada saat ini. Fungsinya, jualan pedagang yang tidak terjual di siang hari akan dipasarkan melalui baruga pasar hingga pukul 24.00 Wita.
“Kita siapkan pasar baruga. Pedagang yang sudah beraktifitas siang hari hingga pukul 4 (16.00 Wita), bisa menitipkan jualannya untuk dijual pada sore hingga malam hari. Ini akan dikelola oleh koperasi,” katanya.
Sementara untuk sistem daring, PD Pasar akan bekerja sama mitra aplikasi yang sudah ada saat ini. Sehingga masyarakat sebagai konsumen tidak perlu lagi harus bermacet-macetan ke pasar, tetapi sudah bisa memesan kebutuhannya untuk diantarkan ke rumahnya masing-masing melalui aplikasi Pasar Makassar.
“Kita sudah punya aplikasi Pasar Makassar Raya. Di aplikasi itu masyarakat sudah bisa melihat 45 komoditi harga kebutuhan pokok di 10 pasar tradisional di Makassar. Melalui aplikasi ini masyarakat sudah bisa memesan sayur, ikan atau daging untuk diantarkan ke rumahnya. Kita juga akan memenuhi kebutuhan para pegawai pemkot,” jelasnya. (war)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini