Headline

Tak Dilarang Konvoi di Malam Takbiran


Rudy Tiadakan Open House di Rujab

MAKASSAR, BKM — Di tengah masih diterapkannya perwali, Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin malah memberi kelonggaran kepada warganya. Mereka tidak dilarang untuk menggelar konvoi di malam takbiran. Dengan catatan, mematuhi protokol kesehatan secara ketat.
“Untuk konvoi-konvoi, kalau saya bisa menyarankan kepada warga kita, seandainya ada konvoi dilakukan secara teratur dan tertib. Tidak bergerombol terlalu banyak. Yang terpenting protokol kesehatan dilaksanakan, menggunakan masker, jangan lantas tidak pakai masker. Kalau tidak tertib, kita akan tertibkan,” katanya kepada wartawan di Balai Kota, Rabu (29/7).
Dia menekankan, pihaknya tidak melarang secara tegas, boleh atau tidak (konvoi). Namun, kalau memang tidak terlalu perlu, sebaiknya dihindari saja.
Orang nomor satu Kota Makassar itu sangat menyadari jika masyarakat Makassar adalah masyarakat religius. Pelaksanaan hari raya Idul Adha bersama seluruh rangkaiannya menjadi harapan semua umat muslim.
Namun perlu diingat, jika perayaan lebaran kurban tahun ini tidak bisa dilaksanakan biasa-biasa saja seperti tahun-tahun sebelumnya. Sebagai dampak terjadinya pandemi covid-19, ada aturan protokol kesehatan yang harus dipatuhi untuk meminimalisir terjadinya penularan virus.
“Protokol kesehatan menjadi suatu keharusan yang dilaksanakan. Jadi segala aktifitas yang dianggap berpotensi besar terjadi penularan virus, itu dihindari. Atau dilaksanakan dengan menaati protokol kesehatan,” ungkapnya.
Rudy sendiri, pada perayaan hari raya Idul Kurban tahun ini menghilangkan beberapa agenda yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Di antaranya, melakukan salat di lapangan. Selain itu, tahun ini, Pemkot Makassar tidak mengagendakan open house dengan pj wali kota.
“Namanya pandemi, kami meniadakan open house dan kami tunggu instruksi lebih lanjut dari pihak provinsi terkait kebijakan open house. Hanya saja saat ini di tengah pandemi, open house saya kira belum cocok ya. Karena itu akan membuat kita berkumpul. Kita makan rame-rame. Itu terjadi potensi penularan di situ,” tandasnya.

Agenda Balon Wali Kota

Empat pasangan bakal calon wali kota Makassar sudah punya agenda pada pelaksanaan hari raya Idul Adha, Jumat (31/7) besok. Irman Yasin Limpo alias None punya agenda di Kelurahan Antang. “Saya salat id di Antang,” ujarnya, Rabu (29/7).
Ketika ditanya apakah None akan berkurban, mantan kepala Dinas Pendidikan Sulsel ini membenarkan. “Pastimi orang berkurban… hahaha,” katanya sambil tertawa.
Hal yang sama disampaikan pengurus Golkar Sulsel, bahwa Andi Zunnun Halid akan melaksanakan idul kurban di Makassar bersama keluarganya.
Bakal calon wali kota Makassar Syamsu Rizal MI juga akan melaksanakan salat Idul Adha di Makassar. Deng Ical mengaku akan menyembelih hewan kurban. “Pastimi kita berkurban. Karena kewajiban anjo,” ucapnya.
Usai salat id, mantan wakil wali kota Makassar ini akan bersilaturahmi kepada orangtuanya. “Habis salat id, kami langsung ke orang tuaku,” tambahnya.
Hal yang sama disampaikan dr Fadli Ananda. ”Insyaallah saya salat id di dekat rumah bersama keluarga,” katanya.
Fadli yang juga pemilik RS Ananda ini, mengakui jika dirinya ikut berkurban besok hari. “Insyaallah saya juga ikut berkurban,” tuturnya.
Hal sama juga untuk Mohammad Ramdhan Pomanto. Danny juga tetap di Makassar menunaikan salat Idul Adha. Adapun Fatmawati Rusdi Masse, hingga kini belum diketahui akan salat di Kota Makassar, Kabupaten Sidrap atau Jakarta.
Juru bicara Munafri Arifuddin, yakni Mohammad Fadli Noer yang dihubungi, belum bisa memberikan penjelasan di mana Appi akan salat id. “Iye, kemungkinan beliau (Appi) lebaran di Jakarta,” ujar Fadli Noer. (rhm-rif)

Komentar Anda





Comments
To Top
.