Connect with us

Politik

Kader Golkar Diambang Perpecahan

Dua Kelompok Massa Bisa Saling Berhadapan

-

MAKASSAR, BKM–Perseteruan dua kubu di Partai Golkar Sulsel berpotensi terjadinya adu kekuatan massa dari kelompok yang berseteru. Kelompok yang berseteru diprediksi akan menggalang dukungan dari para pengurus dan kader untuk mempertahankan apa yang menjadi di keputusannya.
Ketua DPD I Golkar Sulsel terpilih DR Taufan Pawe (TP) mendapat dukungan dari sejumlah pengurus, anggota fraksi Golkar Sulsel dan sejumlah bupati yang menjadi ketua Golkar di kabupaten.
Sementara kader Golkar yang loyal terhadap keputusan yang diambil oleh tiga formatur juga tidak akan tinggal diam guna mempertahankan keputusan yang telah diambil Farouk M Betta bersama Abdillah Natsir dan Imran Tenri Tata.
Informasi yang dikumpulkan koran ini, kubu TP berencana mendatangi gedung Golkar Sulsel yang terletak di jalan Botolempangan Makassar.
Salah satu kader Golkar Taqwa Bahar yang dihubungi tidak menampik jika ada keinginan pendukung TP untuk beraktifitas di gedung Golkar Sulsel. “Saya dan kawan-kawan tinggal tunggu perintah saja,”ujar Taqwa Bahar, Kamis (27/8).
Sebelumnya, ada sekitar setarusan kader muda Partai Golkar yang tergabung dalam Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Sulsel melakukan aksi dua kali dan terahir, AMPG melakukan penyegelan terhadap gedung Golkar Sulsel.
Seperti diketahui AMPG Sulsel dipimpin Imran Tenri Tatta yang pernah tercatat sebagai anggota DPRD Provinsi dan anggota DPRD kota Makassar. Bahkan AMPG berharap agar ketua umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto mengambil-alih kendali Golkar Sulsel.
Isu perpecahan juga semakin kuat setelah bakal claon wali kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi menjadi kader partai berlambang pohon beringin rindang.
Appi telah menerima KTA Golkar dari wakil ketua umum DPP Golkar Roem Kono. Pemberian KTA, juga disebut bisa mengalihkan dukungan Golkar dari pasangan Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Halid.
Ketua DPD II Partai Golkar Makassar, Farouk M Betta menilai pengalihan rekomendasi atau perubahan SK itu bukan gaya Golkar sebab punya mekanisme untuk merubah atau menetapkan atas kebijakan politik.
“Saya yakin apa yang telah menjadi perintak DPP melalui SK yang diturunkan itu sudah final. Kami tinggal menunggu waktu pendaftaran dan akan mendaftarkan secara langsung pasangan IMUN,” terang Aru, Kamis (27/8).
Mantan ketua DPRD kota Makassar itu meyakini bahwa komitmen DPP Golkar pada rekomendasi awal telah diumumkan. Menurutnya, hak setiap warga negara mau masuk partai apalagi partai Golkar milik bersama.
“Kami berterima kasih ke Appi mau menjadi bagian dari keluarga besar Golkar, dengan mengambil KTA di DPP meskipun kami tahu Pak Appi diusung dipilwali ini oleh partai selain Golkar, itu pertanda Golkar dan Pak Appi susah dipisahkan,” tutuelrnya.
Pengamat politik Dr Arief Wicaksono mengakui kisruh di Golkar Sulsel dan pemberian KTA pasti ada pengaruhnya, karena pasti ada keterbelahan secara internal. Dan ketidaksolidan itu akan memcerminkan kelemahan partai itu. Termasuk di Golkar.
“Dalam konteks kisruh di Golkar Sulsel, kisruh itu harus segera diselesaikan, mengingat ada 12 kabupaten/kota yang akan melangsungkan pilkada. Kalau masih kisruh juga, apalagi sampai ada usungan atau dukungan ganda terhadap paslon tertentu dalam pilkada, maka yang rugi Golkar juga. Itu belum mengacu kepada tingkat kepercayaan publik terhadap partai politik yang belum pulih,”jelas Arief.

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini