Connect with us

Politik

Perseteruan Golkar Sulsel Mulai Makan Korban

Dua Kubu Ngotot Daftar di KPU Gowa

-

MAKASSAR, BKM–Polemik yang terjadi di Partai Golkar Sulsel sangat berdampak pada dukungan atau usungan Partai Golkar di kabupaten Kota, utamanya di Gowa.
Perseteruan antara formatur hasil Musda Golkar yang ke X di Jakarta 8 Agustus lalu telah menghasilkan ketua terpilih yakni Taufan Pawe. Hanya saja belum ada keputusan dari dewan pimpinan pusat terkait keabsahan struktur kepengurusan DPD 1 Golkar Sulsel.
Kisruh yang terjadi sangat dirasakan oleh jajaran pengurus Golkar di kabupaten Gowa setelah merujuk surat yang dilayangkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gowa yang meminta agar Golkar Gowa mengajukan surat untuk bertandatangan dalam surat dukungan.
Lantaran ada dua surat keputusan terkait keabsahan struktur kepengurusan Partai Golkar Gowa. Pihak Hoist Z Bachtiar ingin agar strukturnya yang berhak bertanda tangan di KPU Gowa. Hal sama juga diinginkan kubu Andi Samsul Alam Mallarangeng yang mengaku paling berhak bertanda tangan di KPU Gowa.
Kisruh ini berawal lantaran munculnya surat keputusan yang mengangkat Andi Samsul Alam Mallarangeng sebagai Plt ketua Golkar Gowa menggantikan Hoist Z Bachtiar sebagai Plt. Hanya saja kubu Hoist tetap pada pendiriannya jika pihaknya masih sah lantaran merujuk kepada hasil keputusan mahkamah Partai Golkar yang telah menganulir pemberhentian Hoist sebagai Plt ketua Golkar Gowa.
Ketua Harian Golkar Gowa Andi Ishak yang ditemui, Minggu (30/8) enggan memberikan tanggapan soal polemik tersebut. “Untuk saat ini, tak usah dulu saya berkomentar,”pinta mantan Ketua DPRD Gowa ini.
Sekretaris Golkar Gowa H Asrullah Awing yang dikonfirmasi mengemukakan bila hasil mahkamah partai tetap berlaku. Hanya saja yang berhak melakukan tindak lanjut atau eksekusi adalah DPD I Golkar Sulsel. “Karena DPP belum menetapkan Taufan Pawe sebagai ketua berdasarkan hasil Musda maka surat keputusan DPD 1 Golkar Sulsel di bawah kepemimpinan Nurdin Halid dinilai masih berlaku sehingga keputusan yang telah diambil menjadi dasar untuk mendaftar di KPU Gowa”ujar Asrullah Awing.
Hanya saja Asrullah tidak sependapat bila Golkar Sulsel disebut kisruh.
“Saya kira tidak ada kisruh, karena aturannya sudah jelas, hingga saat ini belum ada permintaan klarifikasi dari KPU Gowa dan Kesbangpol Kabupaten Gowa terkait dengan persoalan keabsahan SK yang menetapkan Andi Syamsùl Alam Mallarangeng sebagai Plt. Ketua Golkar Gowa, artinya SK itu dianggap tidak ada masalah, yang mempersoalkan adalah Ridwan Gading dan teman-temannya, saya kira itu adalah dinamika saja”ucap Asrullah.
Wakil ketua Golkar Gowa Muhammad Ridwan Gading bersikap beda. Menurut Ridwan Gading yang boleh mendaftar di KPU adalah pihak Hoist Bachtiar lantaran adanya keputusan mahkamah partai yang menganulir keputusan Golkar Sulsel yang dipimpin Nurdin Halid.
“Tidak perlu lagi ada eksekusi DPD 1 kan SK lama ada dan itu yang diaktifkan kembali MP. Keliru itu pihak Pak A Ancu kalau mesti ada ekskusi DPD 1″jelas Ridwan Gading.
Pengurus DPP Golkar Muhamamd Risman Pasigai yang dikonfimasi mengaku jika Hoist sudah menarik aduannya, sehingga Andi Syamsu Alam yang akan bertandatangan. “Pak Hoist itu sudah menarik aduannya,”ujar Risman yang juga wakil ketua Golkar Sulsel demisioner.
Hoist yang dihubungi Minggu petang mengaku jika masih namanya yang terdaftar di KPU. “Belum ada perubahan dari DPP,”pungkas mantan anggota DPRD Sulsel tiga periode ini. (rif)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini