Kriminal

Kadisdik Sidrap Terancam Hukuman Berat


MAKASSAR, BKM — Terdakwa Syahrul, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sidrap, dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pungutan liar di sekolah-sekolah, terancam hukuman berat.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Syahrul telah melakukan pungutan liar hingga ratusan juta rupiah di sejumlah sekolah di Kabupaten Sidrap. Itu dibenarkan Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel, Idil, saat dikonfirmasi, Kamis (3/9).
Seperti yang dikatakan Idil, terdakwa Syahrul diancam dengan masa hukuman minimal 4 tahun atau maksimal 20 tahun penjara. JPU mendakwa Syahrul dengan pasal 12 huruf e, subsider pasal 11 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi joncto pasal 55 KUHP.
Sesuai dakwaan JPU, terdakwa berhasil mengumpulkan uang hasil pungli hingga Rp579.170.000. Uang tersebut dikumpulkan dua terdakwa, masing-masing Neldayanti dan Ahmad yang berperan mengumpulkan uang dari sejumlah kepala sekolah tingat SD dan SLTP di Sidrap.
”Dua orang itu (Neldayanti dan Ahmad) melakukan pengumpulan uang dari sejumlah kepala sekolah ditingkat SD dan SLTP se Sidenreng Rappang,” sebutnya.
Dan apa yang didakwakan JPU pada mantan Sekdis dan dua rekannya, lanjut Idil, ke depannya akan dibuktikan dalam sidang berikutnya dengan menghadirkan saksi-saksi dan alat bukti lainnya.
Yang diketahui, berdasarkan data yang tercatat dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Makassar. Perkara dengan nomor 58/Pid.Sus-TPK/2020/PN Mks tersebut tercantum sejumlah barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp329.170.000 dan uang tunai sebesar Rp250.000.000.
Kemudian satu lembar slip penyetoran di Bank BNI atas nama Syahrul, dua lembar slip penyetoran di Bank Danamon atas nama Syahrul, S.H, satu buah tas laptop warna hitam, enam lembar daftar nama-nama sekolah SD dan SMP yang telah melakukan pembayaran, dua buah kantong plastik yang berisi amplop kosong bekas setoran para kepala sekolah, serta sejumlah barang bukti pendukung lainnya. Termasuk handphone dan dokumen penting. (arf)

Komentar Anda





Comments
To Top
.