Kriminal

13 Mahasiswa Jadi Tersangka, Tiga Jadi Saksi


Lanjutan Pengrusakan Ruang Rapat Paripurna DPRD Makassar

MAKASSAR, BKM — Kasus pengrusakan ruang rapat paripurna DPRD Makassar pada 1 September 2020 lalu, telah memasuki babak baru. Pihak kepolisian telah menetapkan 13 orang mahasiswa sebagai tersangka dan tiga orang lainnya sebagai saksi.
Penetapan tersangka ini setelah pihak kepolisian melakukan gelar perkara. Beberapa saat setelah terjadi pengrusakan, polisi mengamankan 16 orang mahasiswa. Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Agus Chairul, mengemukakan, dari hasil gelar perkara, ke 13 orang mahasiswa ini terbukti melakukan pengrusahakn. Sedangkan tiga orang lainnya hanya sebagai saksi, karena ketiganya datang ke lokasi pengrusakan setelah situasi aman dan terkendali. Jadi ketiganya tidak terlibat dalam pengrusakan tersebut.
Kasubag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Edi Supriadi Idrus, menambahkan, ke 13 mahasiswa yang telah ditetapkan tersangka dan kini menjalani penahanan, dikenakan pasal 170 ayat 17 sub 406 juncto 55, 56 KHUP.
”Mereka diancam dengan hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” tegas Kompol Edi.
Masih menurut Kompol Edi, kasus pengrusakan ini berawal dari aksi demo yang dilakukan sekelompok mahasiswa pada Senin (31/8). Mereka menggelar demo terkait penggunaan anggaran penanganan Covid-19 di Kota Makassar.
Para mahasiswa yang menggelar aksi demo ini juga menginap di gedung DPRD Makassar. Dan keesokan harinya atau pada Selasa (1/9), mereka kembali melanjutkan aksi demonya. Hingga akhirnya berujung pada pengrusakan ruang rapat paripurna DPRD Makassar yang terletak di lantai tiga. (jul)

Komentar Anda





Comments
To Top
.