Metro

Liga Santri Berhadiah, Cara Pengurus Memakmurkan Masjid Darussalam


Foto bersama pemateri Ustaz Dr Natsir Muhammad, pengurus Masjid Darussalam serta majelis taklim usai sosialisasi memakmurkan masjid.

MAKASSAR, BKM — Kolaborasi yang apik kembali ditunjukkan pengurus masjid dan Majelis Taklim Darussalam ORW 015 Kelurahan Minasa Upa, Kecamatan Rappocini. Pada Rabu malam (9/9), mereka menggelar kegiatan berupa Sosialisasi Memakmurkan Masjid Melalui Program Liga Santri Berhadiah.

Diawali dengan salat maghrib berjamaah pengurus masjid dan majelis taklim bersama warga. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh ustaz Dr H Natsir Muhammad, hingga memasuki waktu salat isya.

Usai salat isya, materi kemudian membahas berbagai hal. Seperti peran dan fungsi masjid, parameter masjid yang makmur, the power of TPA, masjid lansia itu apa?, konsep membangun jamaah masjid, hingga bagaimana implementasi liga santri berhadiah.

Lebih jauh, ustaz yang juga pengelola TPA Ismul Adzam dan Masjid Nurul Hasanah Jalan Haji Kalla, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang, Makassar ini menyampaikan bahwa memakmurkan masjid itu sesungguhnya tidaklah sulit. Namun terkadang kita salah menerapkan strategi di dalam melakukannya. Ia kemudian mengambil contoh dari hasil studi banding yang dilakukan ke Masjid Jogokariyan di Yogyakarta, dan masjid modern Kurir Langit di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

Kedua masjid tersebut menjadi perbincangan di tengah masyarakat, karena kiprahnya yang selalu hadir memberikan pertolongan, khususnya bantuan kebutuhan pokok sehari-hari kepada masyarakat sekitar. Rerata setiap bulan masjid tersebut mampu menghimpun dana dari umat berkisar antara Rp350 juta hingga Rp500 juta.

Usai pemateri memberi penjelasan, dilanjutkan dengan diskusi. Ada sembilan orang jamaah yang mengajukan pertanyaan, yang secara keseluruhan berkisar 25 poin penting. Banyak di antara yang bertanya sekaligus sharing pengalaman. Bahkan ada yang cenderung curhat terkait kondisi masjid maupun TPA di masjid.

Dari semua jawaban ustaz dapat ditarik benang merahnya bahwa memang banyak permasalahan yang harus diselesaikan. Masjid bila perlu buka 24 jam. Lebih susah membangun jamaah masjid daripada membangun fisik masjid.

Jangan memarahi anak-anak yang datang ke masjid. Halaman masjid bisa dimanfaatkan mendatangkan jamaah. Diperlukan manajerial yang bagus dalam pengelolaan masjid, maupun inovasi sumber pendanaan masjid.

”Oleh karena itu, mari memulai malam ini untuk mengubah pola pikir dan perilaku kita 180 derajat untuk memakmurkan masjid. Jangan takut memulai, karena dengan berbuat paling tidak ada yang bisa dievaluasi atau dinilai,” ujarnya mengakhiri sesi diskusi.

Ketua Pengurus Masjid Darussalam H. Abdul Karim menyampaikan rasa syukurnya, karena dari 100 lembar undangan yang diedarkan, ada kurang lebih 80-an orang yang hadir. Hal ini menjadi pembeda yang cukup menonjol, sekaligus pembuktian bahwa baik pengurus masjid, majelis taklim, pengelola TPA, remaja masjid dan yang lainnya jika melaksanakan melakukan perlu dukungan kerja sama yang optimal dari pemerintah setempat.

”Untuk itu ke depan, pelaksanaan kegiatan apapun terus ditingkatkan sehingga terwujud suatu gambaran masyarakat yang islami,” terangnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Pengurus Mesjid Darussalam  Muh Hasyim. Kata dia, kegiatan sosialisasi memakmurkan mesjid melalui liga santri ini diharapkan menjadi momentum guna menarik simpati santri, orangtua santri, pengurus masjid, pengurus majelis taklim, termasuk pengelola TPA untuk memikirkan, serta menerapkan strategi yang tepat di dalam memakmurkan masjid di masa yang akan datang.

Ketua Majelis Taklim Darussalam Ny Darmawaty Lasunra, menyampaikan harapan besarnya agar the power of TPA segera ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama yang baik antara pengurus masjid, pengurus majelis taklim, pengelola TPA, maupun orangtua santri sebagai sebuah gebrakan yang diharapkan ke depan semakin maju dan berkembang hingga mencapai titik kulminasinya, yaitu masjid menjadi makmur.

Sekretaris MT Darussalam Hj Rakhmaniar Basri menambahkan, seluruh pengurus dan anggota majelis taklim selalu mendukung dan siap menyukseskan kegiatan yang dikolaborasikan seluruh pemangku kepentingan di Kompleks Bumi Bosowa Permai ORW 015. Berharap pula semoga memakmurkan masjid mampu menjadikan benteng pertahanan, sekaligus pemacu dan pemicu dalam membangun semangat kebersamaan dalam menggapai generasi emas harapan agama, bangsa, dan negara.

Sementara Ketua ORW 015 Kompleks Bumi Bosowa Permai Minasa Upa Zainal Arifin, mengatakan kegiatan seperti ini sangat baik sebagai bahan renungan untuk dijadikan stimulus guna berkreasi, berinovasi, serta problem solving di dalam upaya memakmurkan masjid. Janganlah terkesan kaya teoretis namun miskin dalam praktiknya.

Pengurus masjid, pengurus majelis taklim, pengelola TPA, maupun remaja masjid diharapkan tidak arogan dalam kesalahan, bangga dengan miskin pengetahuan maupun sombong dalam ketidakmampuan. ”Kedepankanlah semangat kebersamaan, soliditas dan solidaritas. Selalu bergandengan tangan untuk terus mengeksplorasi asa dan kapabilitas sebagai warga yang paham akan eksistensinya secara baik, agar taat dengan prosedur yang berlaku,” kuncinya. (rls)

Komentar Anda





Comments
To Top
.