Kriminal

Kejati Bentuk Posko Pengaduan


MAKASSAR, BKM — Untuk membantu kelancaran dan kepentingan pengusaha melakukan penanaman modal (berinvestasi) di wilayah Sulawesi Selatan, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan turut andil mengawal.
Hadirnya Kejati Sulsel dalam membantu memuluskan kepentingan investor sebagai langkah menyukseskan program prioritas dari Presiden RI, Joko Widodo untuk menciptakan dan menjaga iklim investasi agar tetap kondusif.
Jaksa Agung, ST Burhanuddin pun menginstruksikan kepada kejaksaan termasuk Kejati Sulsel agar turut menindaklanjuti serta menyukseskan program dari Presiden RI dengan membuka Posko pengaduan pelayanan izin investasi.
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel, Idil, menerangkan, hadirnya program prioritas Presiden RI untuk dapat memudahkan investor dalam berinvestasi di Indonesia termasuk di Sulsel. Sehingga investor tidak lagi disulitkan dengan urusan perizinan yang panjang dan terkesan dipersulit. Pada dasarnya pula, program itu sudah memiliki Satgas khusus dari Kejaksaan Agung.
”Kami sudah membuka Posko pengaduan dan Satgas juga sudah ada. Apalagi kami ketahui izin investasi ini kadang kala banyak masalah,” kata Idil, Rabu (9/9).
Idil menambahkan, selain telah adanya MoU antara Kejaksaan RI-Bandan Koordinasi Penanaman Modal pada Desember lalu, pemantauan dan pembukaan Posko pengaduan masalah investasi ini diatur dalam Inpres No.7 Tahun 2019. Aturan dan MoU tersebut menjadi dasar kalau Kejaksaan Tinggi Sulsel melakukan pemantauanan dan bertindak menangani aduan.
”Dasarnya kan sudah ada. Tinggal sekarang bagaimana itu disukseskan utamanya di wilayah Sulsel,” terangnya. (arf)

Komentar Anda





Comments
To Top
.