Kriminal

12 Demonstran Diamankan


Lempar Bom Molotov Kapal Pengeruk Pasir

MAKASSAR, BKM — Sebanyak 12 orang demonstran yang diduga kuat merupakan pelaku pelemparan bom molotov pada kapal pengeruk pasir laut Queen of Netherland, diamankan petugas kepolisian dari Ditpolairud Polda Sulsel. Kini, mereka para terduga pelaku dalam pemeriksaan oleh Ditpolairud Polda Sulsel, Minggu (13/9).
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo yang dihubungi membenarkan penangkapan belasan terduga pelaku pengeboman kapal tersebut.
”Belasan orang diamankan itu kini dalam pemeriksaan oleh Ditpolairud Polda Sulsel lantaran mereka terkuak melakukan pengeboman kapal pasir laut Queen of Netherland yang sementara mengerjakan proyek Makasar New Port. Selain mereka diduga melakukan pengeboman, mereka juga diduga memprovokasi nelayan Kodingareng,” kata Kabid Humas.
Perwira tiga bunga melati di pundaknya ini menjelaskan bahwa kronologi awal hingga diamankan belasan orang terduga pelaku tersebut saat kapal bertolak dari Makassar New Port menuju titik lokasi quarry tepatnya di Taka Copong, Kabupaten Takalar sekitar pukul 06.00 Wita.
”Tidak berselang sekitar pukul 09.00 Wita, kapal didatangi beberapa nelayan. Ketika itu organisasi mengatasnamakan Walhi meminta untuk menghentikan kegiatan. Namun disayangkan, tegurannya itu disertai dengan melempari batu dan bom molotov ke atas dek kapal. Sehingga menimbulkan kebakaran di beberapa titik. Selain itu, mereka juga melakukan pemotongan kabel listrik peneumatic, sehingga kapal tidak bisa melakukan pengerukan,” jelas Kabid Humas.
Tim Tactical Boat dan tim Intel tiba di lokasi setelah mendapatkan informasi dari pihak kapal Queen of Netherland melalui penyampaian Syahbandar bernama Yanto. ”Syahbandar (Yanto), saat kejadian itu langsung menginformasikan tim Tactical Boat dan tim Intel. Disebutkan bahwa kapal Queen didatangi sekelompok orang berjumlah kurang lebih 20 orang dengan menggunakan 3 unit kapal katinting. Kedatangan mereka juga menurut informasi Syahbandar, mereka berulah anarkis dengan cara melempari bom molotov serta merusak bagian kapal dan kabel peneumatic listrik dan beberapa kabel lain yang tersambung ke drag head,” jelas Kabid Humas.
Kabid Humas menambahkan, dengan sigap tim intel dan kapal Tactical Polairud menuju ke lokasi pengerukan (11 mil barat daya dari pulau kodingareng). Setiba di lokasi, aparat Polairud melihat bahwa mereka puluhan orang itu adalah demonstran.
”Sehingga petugas langsung menemui mereka. Dan menindaklanjuti aduan pengrusakan pada kapal yang dilempari bom molotov, saat itulah puluhan terduga pelaku diamankan,” pungkas Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo (ish/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.