Kriminal

Kuasa Hukum Terdakwa Pikir-pikir


Divonis Percobaan Delapan Bulan

BKM/QADRY SIDANG PUTUSAN -- Suasana sidang putusan kasus penjaminan serta pengambilan jenazah pasien Covid-19 di RSUD Makassar.

MAKASSAR, BKM — Vonis bersalah dijatuhkan kepada Andi Hadi Ibrahim dan Andi Nurrahmat dalam kasus penjaminan serta pengambilan jenazah pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Makassar. Sidang vonisnya digelar di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Senin pagi (14/9).
Dalam amar putusan, Ketua Majelis Hakim, Ibrahim Palino, menyatakan, perbuatan kedua terdakwa termasuk dalam Pasal 93 ayat 01 Undang-undang Nomor 06 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan atau Keputusan Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan COVID-19 dan atau Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Juncto Pasal 56 ke-1, ke-2 KUHPidana.
Dan, kedua terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah dan melanggar dakwaan sebagaimana perbuatan yang didakwakan. Terdakwa divonis 4 bulan kurungan dan dengan masa percobaan delapan bulan.
”Kedua terdakwa divonis empat bulan kurungan dengan masa percobaan delapan bulan,” singkat Ibrahim.
Dalam kasus ini, Andi Hadi Ibrahim yang juga merupakan anggota DPRD Makassar dari PKS berperan beda dengan terdakwa Andi Nurrahmat. Untuk Andi Hadi Ibrahim, dia menjaminkan dirinya agar jenazah pasien Covid-19, yakni almarhum Khaidir Rasyid dipulangkan dari ruangan IGD RSUD Makassar agar bisa disemayamkan secara syariat Islam. Sementara hasil swab tes pasien yang belakangan keluar dan diketahui menyatakan jenazah pasien positif Covid-19.
Adapun peran dari Andi Nurrahmat, yakni sebagai orang yang menyediakan mobil untuk membawa jenazah ke rumah duka agar jenazah tidak dimakamkan sesuai protokol kesehatan. Mereka pun dijerat Pasal 93 ayat 01 Undang-undang Nomor 06 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.
Vonis yang dijatuhkan mejelis hakim kepada kedua terdakwa lebih ringan dari tuntutan penuntut umum. Sidang sebelumnya, penuntut umum dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar, Pinkan, menuntut kedua terdakwa agar divonis kurungan lima bulan dengan masa percobaan setahun.
Menyikapi putusan majelis hakim, kuasa hukum terdakwa, Budiman Mubar hanya menyebut kalau pihaknya ini masih ingin berembuk secara internal untuk kemudian mencari penentuan apakah dilakukan upaya hukum lanjutan atau tidak.
”Pokoknya kami pikir-pikir dulu. Kami mau bicarakan dulu dengan klien dulu, yah,” singkatnya. (arf)

Komentar Anda





Comments
To Top
.