Gojentakmapan

Rahmansyah: Dahulukan Disiplin


Buka Kursus Pembina Pramuka Tingkat Dasar

BKM/ZAIN SYAM PEMBINA -- H Rahmansyah dan Hj Masnaini pada pembukaan Kursus Pembina Pramuka Tingkat Dasar di SMPN 2 Barombong.

GOWA, BKM — Kursus Pembina Pramuka Tingkat Dasar (KMD) Kwartir Cabang Pramuka Gowa tahun 2020 digelar dan dipusatkan di SMPN 2 Barombong, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa. Kursus pembina golongan penggalang ini dibuka pada Minggu (13/9).
Kursus ini diikuti 40 peserta guru dan kepala sekolah utusan dari 18 kecamatan. Kursus berlangsung dalam dua sesi. Sesi Daring (dalam jaringan) atau online berlangsung Minggu sampai Kamis (13-17/9). Sesi Luring (luar jaringan) atau offline pada Jumat sampai Minggu (18-20/9).
Di sela membuka kursus ini pada Minggu siang, H Rahmansyah, seorang Andalan Kwartir Nasional Bidang Perencanaan dan Pengembangan Gerakan Pramuka, mengatakan, disiplin harus didahulukan.
Sebab pembudayaan disiplin nasional berkorelasi dengan fungsi sosial lain yang dinilai penting. Selain menjadi salah satu faktor penentu terwujudnya masyarakat modern. Disiplin adalah salah satu mata rantai bagi terwujudnya perlawanan diri untuk memutus mata rantai penularan virus Covid-19.
Dalam pembahasan singkat di acara virtual itu, Rahmansyah memaknainya adalah ibarat mimpi yang berkepanjangan. Bila tekad mengusir virus Corona tanpa disiplin yang tinggi, tanpa basis daya saing kekebalan tubuh (imun), pakai masker, jaga jarak dalam berinteraksi dan cuci tangan pakai sabun, maka tentu hanya akan sia-sia.
”Mengapa tidak, virus Corona takut air, takut masker, takut imun. Terkait semua itu, bupati Gowa bersama parlemen (DPRD) Gowa berkomitmen menelorkan Perda Covid, yang isinya ‘Gowa Wajib Pakai Masker’ dan patuh pada protokol kesehatan,” tutur Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka Gowa itu.
Olehnya itu, Rahmansyah yang juga Andalan Daerah Urusan Sekretaris Kwarda Pramuka Sulsel itu menyebutkan, disiplin ini selain merupakan mata rantai bagi terwujudnya daya saing meningkatkan kekebalan tubuh melawan virus Corona, juga untuk produktivitas, etos kerja lingkungan kerja, serta kualitas SDM pada umumnya.
Terpisah, Kepala SMPN 2 Barombong, H Muh Ramli selaku tuan rumah, menambahkan, logika aspek sosial KMD adalah pengembangan hidup berdisiplin. Berperilaku baru baik pada tingkat individu maupun masyarakat, berkaitan erat dengan aspek moralitas dan tingkah laku. Dimana, virus Corona tetap diwaspadai penularannya, karena tidak dilihat dengan mata. (zai)

Komentar Anda





Comments
To Top
.