Headline

Tak Ada Lagi Swab Test Usai Karantina


Dari Hotel Menyintas Covid-19 (2)

PESERTA Program Rekreasi Duta Pencegahan Covid-19 menjalani karantina di hotel setelah dinyatakan positif terpapar corona usai menjalani tes usap alias swab test. Namun, di akhir program tak ada lagi tes serupa bagi para peserta. Apa alasannya?

PETUGAS pendamping peserta program lebih awal memberi penjelasan. Termasuk yang memberi edukasi di dalam ruangan. Mereka sepakat merujuk pada hasil revisi kelima Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI.
Selain tidak ada lagi tes usap bagi peserta yang telah menjalani karantina, dalam beleid tersebut juga mencantumkan perubahan terhadap masa karantina. Jika sebelumnya secara umum diberlakukan selama 14 hari, kini hanya 10 hari. Kalaupun ada peserta yang menunjukkan gejala, maka akan diperpanjang masa karantinanya.
”Masa karantina dihitung 10 hari sejak pelaksanaan swab. Bukan dari keluarnya hasil swab. Waktu karantina dilakukan 10 hari, karena berdasarkan hasil penelitian WHO, virus akan melemah pada hari ke delapan,” tutur seorang pendamping, yang namanya diinisialkan dengan FR.
Untuk itu, selama masa karantina, para peserta fokus pada pemulihan kesehatannya. Mereka diberikan makanan dengan menu bergizi setiap hari. Porsinya tiga kali sehari, masing-masing pagi, siang, dan malam. Ada pula pemberian layanan cucian pakaian kotor maksimal lima lembar sehari. Termasuk petugas medis yang disiagakan di hotel.
Selain itu, ada pula obat untuk satu siklus penggunaan. Untuk jenisnya, biasanya bervariasi. Bergantung pada gejala yang dialami para peserta. Efek dari mengonsumsi obat ini juga dikontrol oleh tim medis. Mereka melakukannya melalui saluran telepon di masing-masing kamar para peserta.
Untuk para pendamping, bertugas memberi pelayanan kepada para peserta yang berada di blok atau tiap lantai hotel. Mulai dari menjemput peserta di awal masuk karantina. Memberi penjelasan tentang apa yang akan dilakukan selama mengikuti program. Hingga mengantarkan makanan serta obat bagi para peserta.
Dalam melaksanakan tugasnya, mereka menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Mengenakan masker dan selalu menjaga jarak menjadi kunci utama.
Ketika mengantar makanan untuk peserta, mereka tidak pernah masuk ke dalam. Melainkan menyimpannya di atas sebuah meja berukuran kecil yang diletakkan di samping pintu kamar. Begitu pula dengan air minum, juga disimpan di tempat yang sama. Termasuk jika ada pakaian kotor yang hendak dicuci.
Dalam rentang waktu beberapa hari, dilakukan pembersihan kamar serta toilet. Juga penyemprotan disinfektan. Di saat ruangannya dibersihkan, para peserta kemudian diarahkan untuk berjemur atau berolahraga di tempat khusus yang telah disiapkan. Di tempat inilah mereka biasanya saling berbincang dan bertukar cerita tentang latar belakang sehingga menjadi penyintas covid-19. (*/rus)

Komentar Anda





Comments
To Top
.