Kriminal

Tidak Cukup Bukti, Nelayan dan Mahasiswa Dipulangkan


MAKASSAR, BKM — Aparat kepolisian Direktorat Polairud Polda Sulsel akhirnya memulangkan 12 orang nelayan dan mahasiswa yang sebelumnya diamankan lantaran diduga melakukan pengrusakan pada kapal pengeruk pasir di laut Kodingareng.
Direktorat Polairud Polda Sulsel, Kombes Pol Hery Wiyanto, mengatakan, para nelayan dan mahasiswa yang sebelumnya diamankan itu dipulangkan karena tidak cukup bukti dari tindak pidana yang disangkakan.
”Kami pulangkan belasan nelayan dan mahasiswa itu yang sebelumnya diamankan karena tidak cukup bukti dari tindak pidana yang disangkakan. Dan dipulangkannya belasan orang mahasiswa dan nelayan kan berdasarkan proses pemeriksaan 1×24. Dan ternyata, hasilnya tidak cukup bukti. Tapi penyidik masih menyelidiki pelaku yang diduga melakukan pengrusakan dengan cara mengebom molotov,” kata Kombes Pol Hery, Senin (14/9).
Sebelumnya, Direktorat Polairud Polda Sulsel mengamankan nelayan dan mahasiswa karena diduga melakukan pengeboman kapal pasir laut Queen of Netherland yang sementara mengerjakan proyek Makasar New Port. Selain mereka diduga melakukan pengeboman mereka juga diduga memprovokasi nelayan Kodingareng
Dikatakan Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo, berawal hingga diamankan belasan orang terduga pelaku tersebut saat kapal bertolak dari Makasar New Port menuju titik lokasi quarry, tepatnya di Taka Copong, Kabupaten Takalar sekitar pukul 06.00 Wita.
”Tidak lama berselang sekitar pukul 09.00 Wita, kapal didatangi beberapa nelayan. Ketika itu organisasi mengatasnamakan Walhi meminta untuk menghentikan kegiatan. Sementara aparat Polairud yang tiba di lokasi setelah menerima informasi melihat bahwa mereka puluhan orang itu adalah demonstran. Sehingga langsung menemui mereka. Dan menindaklanjuti aduan pengrusakan pada kapal yang dilempari bom molotov. Saat itulah puluhan terduga pelaku diamankan untuk diperiksa,” pungkas Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo. (ish/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.