Metro

Dewan Panggil PDAM soal Air Bersih


int William Lauren

MAKASSAR, BKM– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Makassar, akan memanggil direksi Perusahaan Umum Daerah Air Minum kota Makassar pekan ini. Pemanggilan tersebut, terkait program yang dijalankan PDAM khususnya suplai air bersih ke masyarakat di musim kemarau ini.
Menurut Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, William Lauren, pemanggilan dilakukan lantaran dewan belum mengetahui program PDAM selama 2020 terkait cakupan air bersih kepada masyarakat Makassar. Sebab sejauh ini keluhan dan masalah yang terjadi di masyarakat seputar suplai air bersih.
“Sudah banyak masyarakat yang gelisah karena tidak mendapatkan suplai air bersih, tapi ingat mensuplai air bersih melalui tangki itu bukan solusi. Itu sifatnya hanya jangka pendek. Yang saya maksud ini pemasangan pipa baru, makanya kita ingin agendakan minggu ini memanggil PDAM,” ungkapnya saat ditemui di DPRD Kota Makassar, Selasa (15/9).
Lanjut legislator Fraksi PDIP Makassar ini membeberkan, bahwa sebaran cakupan pendistribusian air di kota Makassar baru mencapai 71 persen. Namun angka tersebut dinilai dewan masih kurang dari target sebelumnya. Selain itu, masih banyak masyarakat yang belum menerima air bersih tersebut jika ditinjau di lapangan.
“Saya masih mendengar informasi bahwa kondisi sekarang cakupan PDAM baru sekitar 71 persen. Nah ini saya mau lihat solusi yang akan diterapkan, kenapa angkanya belum capai 80 persen keatas. Saya minta tahun ini sudah ada kenaikan cakupan air bersih, kita maunya ya 100 persen, hanya saja kan kita realistis saja, asal jangan kenaikannya hanya 1-2 persen saja,” jelasnya.
Anggota Komisi B DPRD Makassar, Hasanuddin Leo, juga menambahkan, masyarakat sangat membutuhkan air bersih saat ini di beberapa titik. Namun solusi yang ditawarkan PDAM hanya berupa penyediaan tangki-tangki air, namun bagi dewan itu bukan solusi jangka panjang.
“Betul sementara kita panggil ini PDAM karena fakta di lapangan masih banyak warga kita yang tidak mendapatkan suplai air bersih atau masih berjam-jam waktu suplainya. Belum lagi, tingkat kebocoran dan program kita mau tahu semua sudah sejauh mana,” tuturnya. (ita)

Komentar Anda





Comments
To Top
.