Politik

Patarai: Chaidir Bukan Lagi Wakil Rakyat


MAROS, BKM–Bakal calon bupati Maros AS Chaidir Syam akhirnya mundur dari DPRD Kabupaten Maros. Dalam rapat paripurna yang digelar Selasa (15/9), Chaidir Syam resmi mundur sebagai wakil rakyat.
Ketua DPRD Maros Andi Patarai Amir mengatakan, paripurna kali ini dilaksanakan sekaitan dengan pengunduran diri AS Chaidir Syam sebagai anggota legislatif. Pengunduran diri Chaidir Syam ini dilakukan sekaitan dengan majunya sebagai salah satu bakal calon bupati Maros yang akan dihelat 9 desember mendatang.
“Mulai terhitung hari ini, beliau (Chaidir) sudah dinyatakan bukan lagi sebagai Wakil Ketua DPRD Maros. Untuk itu jabatan Wakil Ketua I DPRD Maros untuk sementara masih kosong. Surat keputusannya pun sudah saya tanda tangani, dan akan kami tindak lanjuti ke Bupati Maros, untuk diberikan ke Gubernur Sulsel. Untuk selanjutnya Gubernur akan menerbitkan SK Pemberhentiannya,” terang Andi Patarai Amir yang tak lain Ketua DPD II Partai Golkar Maros ini.
Sekaitan dengan penggantian Wakil Ketua tersebut diserahkan kepada PAN untuk memilih dan menggodok siapa yang akan didudukkan sebagai pengganti AS Chaidir Syam.
“Kita serahkan ke dapur PAN untuk memilih kadernya sebagai pengganti. Saya selaku Pimpinan DPRD setelah adanya keputusan Gubernur terkait surat pemberhetian Wakil Ketua DPRD akan menyurat ke PAN untuk meminta nama siapa yang akan menggantikan AS Chaidir Syam sebagai Wakil Ketua DPRD, Maros” ujarnya.
Patarai Amir menjelaskan, pemberhentian AS Chaidiri Syam ini hari ini sudah kuorum. Karena dihadiri oleh minimal 2/3 anggota dewan. Dan disetujui oleh 1/2 anggota dewan yang menghadiri rapat paripurna. “Paripurna kali ini sah, karena dihadiri oleh lebih 2/3 anggota DPRD Maros atau sekitar 27 orang dari 35 orang anggota DPRD Maros,” jelasnya.
Dengan kosongnya jabatan Wakil Ketua I DPRD Maros, secara otomatis seluruh tanggung jawab dan kerjanya untuk sementara diambil alih oleh Ketua DPRD Maros.
Berbeda halnya dengan AS Chaidir Syam, pengunduran diri Havid Fasha tidak diparipurnakan. Padahal keduanya sama-sama mengundurkan diri karena ingin maju di pilbup Maros. Hanya saja kata Patarai Amir, Havid Fasha hanyalah anggota biasa, sehingga untuk pengunduran dirinya tidaklah harus melalui paripurna.
Sementara itu, Chaidir menjelaskan, jika surat pengunduruan dirinya sudah dia masukkan sebelum melakukan pendaftaran di KPU Maros. Sehingga dia tidak perlu lagi menghadiri paripurna pemberhentian dirinya sebagai Wakil Ketua DPRD Maros.
“Saya sudah mengajukan sehari sebelum pendaftaran di KPU, Jadi ini sisa peresmiannya saja. Jadi kami tidak harus hadir, karena ini hanya internalnya DPRD Maros,” terangnya. (ari/rif/c)

Komentar Anda





Comments
To Top
.