Bisnis

Program BSU Sudah Cair Rp6,29 T


JAKARTA, BKM — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan, program Bantuan Subsidi Upah (BSU) sudah cair Rp6,29 triliun dari total anggaran sebesar Rp37,7 triliun. Artinya, subsidi yang belum cair sekitar Rp31,4 triliun.
Hal itu diungkapkan Airlangga Hartarto saat menjadi pembicara kunci di acara Sarasehan 100 Ekonom dengan tema Transformasi Ekonomi Indonesia Menuju Negara Maju dan Berdaya Saing, Jakarta, Selasa (15/9).
Airlangga mengatakan, anggaran Rp6,29 triliun yang cair ini sudah masuk rekening 5,5 juta penerima dari total penerima sebanyak 15,7 juta orang. ”Subsidi gaji dan upah realisasi dalam 2 batch sudah 5,5 juta penerima atau Rp6,29 triliun,” ujarnya.
Program bantuan langsung kepada pegawai bergaji di bawah Rp5 juta per bulan ini sudah mulai dicairkan. Kementerian Ketenagakerjaan sudah menerima 9 juta nomor rekening penerima yang berasal dari BPJS Ketenagakerjaan.
Sebanyak 9 juta nomor rekening ini terbagi dalam 3 batch. Dimana, batch pertama terdapat 2,5 juta nomor rekening, batch kedua sebanyak 3 juta nomor rekening, dan batch ketiga kebanyak 3,5 juta rekening.
Setiap peserta nantinya akan mendapat bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp600 ribu per bulan selama empat bulan atau totalnya Rp2,4 juta per orang. Proses pencairannya dilakukan dua kali. Jadi satu kali pencairan dapat Rp1,2 juta per orang.
Kementerian Ketenagakerjaan mencatat, proses pencairan batch pertama sudah ada 2,47 juta orang. Sedangkan batch kedua sudah sebanyak 2,76 juta. Menurut Mantan Menteri Perindustrian ini, bantuan upah menjadi program perlindungan sosial tambahan pada Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Selain itu, ada juga program Banpres produktif untuk 12 juta pelaku UMKM dan subsidi pulsa untuk murid dan guru. ”Banpres produktif untuk 12 juta pelaku nilai Rp2,4 juta. Terbaru subsidi pulsa sebesar Rp7,2 triliun dan ini diberikan kepada murid dan guru selama empat bulan,” ungkapnya. (int)

Komentar Anda





Comments
To Top
.