Headline

Ingin Rujuk, Ditolak Mantan Istri, Bakar Kamar Hotel


MAKASSAR, BKM — Suara gaduh terdengar di Hotel Grand Asia di Jalan Boulevard, Kecamatan Panakkukang, Rabu (16/9). Keributan yang berlangsung di lantai tujuh kamar 722, mengundang perhatian tamu hotel lainnya. Kepanikan semakin bertambah, lantaran di dalam kamar tampak kobaran api.
Aparat Polsek Panakkukang yang menerima informasi langsung ke tempat kejadian perkara (TKP). Saat itu masih tengah berlangsung keributan. Aksi pasangan itu terhenti setelah personel piket gabungan Polsek Panakukang meminta kepada tamu kamar 722 untuk segera membuka pintu.
Namun, upaya persuasif petugas kepolisian tak digubris. Petugas lalu membuka paksa pintu kamar 722. Alangkah kagetnya, karena kondisi di dalam kamar sudah tampak menghitam. Ternyata, pertengkaran yang melibatkan dua orang pria dan wanita berujung pada pembakaran fasilitas hotel yang ada di dalam kamar.

Api yang masih menyala di dalam kamar, langsung berusaha dipadamkan oleh petugas dengan menggunakan alat pemadam serta menyiramnya menggunakan air hydrant.
Selanjutnya petugas kepolisian mengamankan pria bernama Mashar Abdillah untuk dimintai keterangannya. Di depan polisi, Mashar mengungkapkan bahwa dirinya yang sedang berada di dalam kamar, merasa ada beberapa orang yang mengikuti dan ingin membunuhnya.
“Seorang pria yang diamankan, mengakui kalau ada tiga orang yang mengikutinya. Bahkan kecurigaannya, orang tersebut ingin membunuhnya. Katanya lagi, orang yang ia duga itu ada di samping kamarnya dan di atas plafon,” jelas Kapolsek Panakkukang Kompol Jamal Fathur Rakhman, kemarin.
Mashar kemudian meminta kepada mantan istrinya untuk menelepon keluarganya, serta meminta tolong untuk menghubungi polisi. Dia pun sempat memukul-mukul pintu kamar, dinding, hingga kemudian membakar seprei tempat tidur hotel dengan menggunakan korek gas. Setelah api membesar, Mashar bersama mantan istri dan anaknya keluar dari kamar untuk menyelamatkan diri.
“Awalnya, menurut saksi mata, perempuan yang ada di dalam kamar itu adalah mantan istri Mashar. Mereka membahas hubungan rumah tangganya. Karena yang laki-laki meminta untuk rujuk dengan mantan istrinya, namun ditolak dengan alasan keluarganya sudah tidak menyetujui hubungan mereka,” ungkap kapolsek menirukan keterangan saksi.
Karena mantan istrinya menolak, lanjut lapolsek, Mashar kemudian menyampaikan bahwa ada orang yang ingin membunuhnya.
“Mashar mengaku diteror oleh orang yang ingin membunuhnya. Ia lalu menyuruh mantan istrinya untuk menelepon keluarganya. Mantan istrinya itu kemudian menelepon keponakannya. Tidak lama kemudian keponakannya itu datang ke hotel dan meminta pihak hotel untuk menghubungi pihak kepolisian karena didalam kamar telah terjadi keributan. Kasus ini masih dalam penyelidikan, dan yang bersangkutan sudah diamankan,” terang Kompol Jamal lagi.
Akibat kejadian tersebut, tambah kapolsek, pihak Hotel Grand Asia mengalami kerugian material senilai ratusan juta. (ish/c)

Komentar Anda





Comments
To Top
.