Headline

Kaktus Model Kuda Dibanderol Rp5 Juta, Khanza Rp2,5 Juta


Berkunjung ke Bunga Wali, Tempat Penjualan Bunga Terbesar di Sidrap

SIDRAP, BKM — Demam menanam dan memelihara bunga saat ini tidak hanya dialami masyarakat di kota-kota besar, seperti Makassar. Hal yang sama juga berlangsung di wilayah kabupaten/kota di Sulsel. Salah satunya di Sidrap.

JALAN poros Parepare-Tana Toraja, tepatnya di Lawawoi, Kelurahan Bangkai, Kecamatan Watangpulu, Kabupaten Sidrap. Lokasi ini tak jauh dari simpang tiga SPBU Sudirman di Lawawoi, jika berkendara dari arah Palopo-Parepare. Berjarak kurang lebih 100 meter dari pertigaan kota Rappang menuju Kabupaten Enrekang.
Di tempat ini terdapat sentra penjualan aneka bunga impor bernama Bunga Wali. Dalam areal seluas 30×60 meter, ada puluhan ragam bunga hidup yang bisa didapatkan. Warna warninya memanjakan mata para pengunjung.
Hj Marwali adalah pemilik usaha ini. Keberadaan tempat jualan bunganya telah menjadi buah bibir. Penyebabnya, tanaman hias nan eksotik di tempat ini dihargai hingga jutaan rupiah.
Marini Wali, putri Hj Marwali yang ditemui di lokasi penjualan bunga, bercerita tentang aneka jenis bunga hias yang dijualnya. Selain bunga lokal, ada pula yang didatangkan dari luar negeri, seperti Thailand.
”Kalau untuk sekarang, bunga yang paling dicari ada tiga jenis, yaitu aglonema, red anjamani dan khanza,” tuturnya.
Harganya pun bervariasi. Mulai dari yang terendah sebesar Rp10 ribu, hingga yang termahal Rp7 jutaan.
Aglonema dan red anjamani, diakui Marini merupakan jenis bunga yang paling diburu para pehobi tanaman, khususnya kaum Hawa. Lalu berapa sebenarnya harga keduanya, serta jenis lainnya?
Marini kemudian merinci. Untuk aglonema yang masih mudah dengan usia antara satu bulan hingga lima bulan, harga jualnya di kisaran Rp50.000 hingga Rp1 jutaan. Sementara untuk khanza, tertulis Rp2,5 juta.
Selain aglonema, ada pula bunga impor seperti bromelia, agave, serta puring. Termasuk tanaman lokal, seperti kaktus, anggrek dan mawar hingga bonsai juga tersedia. Harga jualnya bervariasi. Bergantung dari umur dan keunikan bentuk bunga yang jadi patokan nilai jual.
BKM yang berkunjung ke lokasi ini, Selasa (15/9) mendapati fakta yang mencengangkan. Ada bunga hias yang dijual hingga seharga Rp7 juta. Walau tergolong mahal, ternyata bunga tersebut telah laku terjual.
Saat ini bunga termahal yang masih terpajang dan tersedia adalah kaktus jenis bola dunia dan kaktus bentuk kuda. Untuk jenis bola dunia dibanderol dengan harga Rp4,5 juta. Sementara yang berbentuk kuda, harganya Rp5 jutaan.
Tingginya banderol harga bunga bola dunia itu dikarenakan usianya yang sudah tergolong tua, yakni 20 tahun. Bunga tersebut didatangkan dari Jakarta dua bulan lalu.
Menurut Marini, usaha Bunga Wali dirintis orangtuanya sejak 15 tahun silam. Pasang surut dialaminya di awal-awal merintis. Ketika itu masyarakat belum terlalu demam menanam dan memelihara bunga.
Hingga pada tahun 2016, berbagai lomba hias bunga digelar. Even tersebut mulai mendongrak usahanya.
Diakui Marini, selain melakukan budidaya sendiri, ia juga mendapatkan bibit atau bunga yang didatangkan langsung dari luar seperti Jakarta, Bandung, maupun Bogor.
Untuk bunga impor, tak butuh waktu lama untuk pengiriman dari Thailand. Di kisaran empat hingga tujuh hari, pasokan bunga yang dipesannya sudah tiba.
Untuk jenis, sedikitnya ada 30 ragam nama tanaman yang dibudidayakan. Sementara untuk perawatannya, ibu tiga anak ini tidak membutuhkan karyawan banyak. Karena tidak terlalu susah merawat bunga dan membiakkannya.
“Pembeli saya sudah ada dari luar Sidrap. Rata-rata orang Makassar, Pinrang maupun Parepare yang datang membeli. Hampir setiap hari ada saja singgah membeli atau melihat-lihatnya,” kata Marini diamini ibu kandungnya Marwali.
“Paling laku bunga red anjani, kanza dan aglonema. Ini paling dicari. Kita impor dari Thailand, dengan waktu lama pengiriman 3-5 hari,” tambahnya.
Setiap hari, lanjutnya, puluhan ibu-ibu berkunjung ke tempat jualan bunga terbesar di Sidrap ini. “Untuk yang paling murah, saat ini dijual seharga Rp50.000. Jenisnya aglonema jenis lipstik. Di atas itu ada harga Rp100.000 sampai Rp1 juta,” terangnya sambil melayani pembeli
Aglonema paling banyak diburu yang daunnya didominasi warna merah, yakni suksom jaipong dan red anjamani. “Kalau ibu-ibu, pokoknya cari yang warna merah. Kalau daunnya merah itu rata-rata impor dari Thailand dengan harga mulai Rp100.000 hingga Rp1 juta,” tandasnya.
Sejumlah pembeli sekaligus pehobi bunga yang ditemui di lokasi, mengaku tertarik dengan bunga impor yang ada di tempat ini. Seperti disampaikan Radia Setyawati dan Mira Kasim.
”Saya selalu datang ke sini kalau ada jenis baru yang datang. Atau bunga hutan yang didatangkan dari luar daerah. Bunga-bunga yang ada di sini paling recomended,” ujar Radia. (ady/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.