Headline

Masih Ada Pelajar Belum Nikmati Subsidi Kuota Internet


MAKASSAR, BKM — Selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Makassar, para siswa diwajibkan belajar dari rumah secara daring dengan guru. Karenanya, dibutuhkan koneksi jaringan internet agar proses belajar bisa berlangsung.
Namun sayangnya, kondisi tersebut dikeluhkan oleh para orang tua siswa. Karena hingga saat ini mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli kuota internet.
“Ini sangat memberatkan kita sebagai orang tua. Apalagi di tengah corona sekarang ini, beban ekonomi untuk kebutuhan hidup sehari-hari saja sudah cukup berat. Ditambah harus beli kuota internet untuk belajar anak. Harusnya ada bantuan dari sekolah. Tapi sampai sekarang belum juga ada,” ujar Sri Rahayu, orang tua yang anaknya siswa SMPN 5 Makassar dan SD Inpres bertingkat Baraya 1, Rabu (16/9).
Bantuan paket kuota internet sendiri sebenarnya sudah tertuang dalam Permendikbud Nomor 19 tahun 2020 pasal 9 tentang Perubahan Juknis BOS Reguler untuk mendukung proses belajar siswa di rumah selama pandemi covid-19.
Namun sayangnya, berdasarkan pengakuan sejumlah orang tua siswa, salah satunya Sri Rahayu yang tinggal di Jalan Kandea 3 Lorong 6, mengaku bantuan tersebut hingga kini belum juga ia rasakan.
Anggota DPRD Kota Makassar menilai, seharusnya Dinas Pendidikan memiliki data rinci terkait penyaluran bantuan tersebut dan jumlah kuota yang disalurkan ke peserta didik dan pengajar.
Anggota Komisi D DPRD Makassar Al Hidayat Samsu, mengatakan kebutuhan peserta didik dan pengajar seharusnya telah terpenuhi saat ini. Salah satunya bantuan kuota internet untuk belajar daring. Dengan begitu, pemerintah bisa memetakan bantuan tepat menangani kendala yang selama ini dialami para siswa dan guru.
“Seharusnya jangan ada yang dapat, ada yang tidak. Ini akan jadi persoalan lagi. Harusnya Dinas Pendidikan punya data di tiap sekolah, mana yang belum dapat dan mana yang sudah. Nanti tiap sekolah menyetor berapa jumlah siswa yang dapat dan tidak. Selanjutnya dibagikan sesuai anggaran yang ada. Jangan sampai bantuan subsidi kuota ini tidak sampai ke anak-anak kita,” jelas Al Hidayat, kemarin.
Hal senada disampaikan anggota DPRD Makassar lainnya Hamzah Hamid. Kata dia, penyaluran subsidi kuota internet untuk siswa harus tepat sasaran. Karenanya, Hamzah mewanti-wanti Disdik Makassar dan kepsek untuk melakukan penyaluran secara transparan ke peserta didik dan guru.
“Kalau ada yang dapat dan ada yang tidak, itu perlu dipertanyakan ke dinas dan kepseknya. Apa penyebab mereka belum dapat, sedangkan seharusnya semua sudah memperolehnya. Ini dulu yang harus di jawab dinas terkait kalau ada yang bermain perlu ditindaki,” jelasnya.
Apalagi, bantuan subsidi kuota internet untuk peserta didik belajar sangat diperlukan di tengah pandemi saat ini. “Selama ini keluhannya memang kuota internet yang buat anak-anak kita untuk belajar online. Makanya, dengan adanya bantuan subsidi ini bisa meringankan beban anak-anak kita. Jangan ada yang dapat, ada yang belum. Nanti yang lain merasa tidak adil,” tandasnya. (jun-ita)

Komentar Anda





Comments
To Top
.