Metro

Massifkan Penertiban Jukir Liar Lewat Medsos


BKM/DOK TERTIBKAN--Pemkot Makassar bersama PD Parkir Makassar Raya memaksimalkan penertiban parkir liar di sejumlah titik yang dilarang. Selain penertiban parkir liar, juga dilakukan penertiban ke juru parkir liar di sejumlah titik termasuk di Jalan Boulevard.

MAKASSAR, BKM– Persoalan parkir, terutama yang dikelola juru parkir (jukir) liar hingga saat ini masih menjadi persoalan dan sorotan masyarakat.
Banyak lahan parkir dikelola oleh jukir tidak resmi dan tidak terdaftar di PD Parkir Makassar. Bahkan, mereka menjamur di sejumlah titik parkir strategis, seperti alat tulis besar di bilangan Jalan Ratulangi.
Selain itu, sejumlah lahan parkir yang memiliki pendapatan besar tak berada dalam pengelolaan PD Parkir Makassar Raya.
Menyikapi persoalan itu, Humas PD Parkir Makassar Raya, Asrul, mengatakan, upaya penertiban jukir liar terus dimassifkan baik dalam bentuk sosialisasi, utamanya lewat medsos.
“Sekiranya masyrakat mendapatkan keluhan terkait layanan parkir maupun mendapati jukir liar, bisa dilaporkan ke kami,” ungkapnya.
Selain itu, kata dia, pihaknya melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) yang terbagi dalam dua tim, setiap hari melakukan patroli. Tim itu menelusuri semua ruas jalan untuk mengedukasi jukir resmi terkait standar operasional prosedur (SOP) dalam bertugas. Juga memastikan keberadaan jukir liar yang sangat meresahkan masyarakat untuk ditindaki.
Khusus di sejumlah lahan parkir, tambah Asrul, seperti di depan Toko New Agung Jalan Ratulangi, bukan kapasitas PD Parkir untuk mengintervensi. Alasannya, karena lahan parkir di sana masuk dalam kawasan Objek Pajak Parkir yang koordinasinya ada pada instansi lain.
“Sebenarnya ini juga yang jadi dilematis. Sebab di atas pelataran tersebut terjadi pungutan ke masyarkat yang tidak dilengkapi legalitas. Di satu sisi, yang berhak mengeluarkan rekomendasi dalam bentuk legalitas seperti ID, atribut dan karcis, hanya PD Parkir atau pengelola parkir yang memiliki Izin Usaha Parkir,” tandasnya.
Sementara itu, Said, salah satu pengunjung toko New Agung mengaku resah setiap kali parkir di depan toko tersebut. Pasalnya, juru parkir yang memungut bayaran tidak mengenakan seragam dan atribut resmi parkir.
“Saya disuruh bayar terus tidak ada karcisnya. Inikan melanggar aturan,” kata Said.
Selain itu, Said merasa keselamatan kendaraannya juga ikut terancam setiap kali berada di dalam toko. Pasalnya, bila kendaraannya hilang, juru parkir liar dan pihak toko tak akan bertanggung jawab.
“Kalau kendaraan hilang, kita hanya gigit jari. Tidak akan ada yang bertanggung jawab, meski kami bayar parkir,” tandasnya. (rhm)

Komentar Anda





Comments
To Top
.