Sulselbar

Perbup Covid-19 Dirancang Jadi Perda


MAKALE, BKM — Operasi Yustisi protokol kesehatan Covid-19 sudah berlangsung beberapa hari namun tidak terlalu efektif. Hal ini ditandai dengan rendahnya kesadaran masyarakat mematuhi protokol.
Ketua Harian Satgas Covid-19 Tana Toraja Eric Cristal mengatakan Pemkab berupaya mendorong menjadi peraturan daerah (Perda). Rancangan Perda sudah digodok Pemkab untuk diserahkan ke DPRD menjadi produk hukum Perda.
”Evaluasi Satgas selama operasi Yustisi berkesimpulan operasi penegakan penerapan protokol kesehatan, pencegahan dan pengendalian virus Covid-19 baru sebatas Perbup jadi wajar ditingkatkan menjadi Perda,” ujar Cristal.
Saat ini kata dia kesadaran masyarakat mepatuhi prorokol kesehatan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan masih rendah dengan dibuktikan banyaknya masyarakat disanksi hukuman sosial ringan baik push up, nyanyi lagu kebangsaan, dan menghafal Pancasila.
Perbup Tana Toraja Nomor 20/VIII/2020, tanggal 22 Agustus 2020 tentang penerapan disiplin penegakan hukum protokol kesehatan, pencegahan dan pengendalian virus Covid-19, diusul dirubah menjadi Perda agar penerapan sanksi lebih kuat.
Sesuai Perbup denda administrasi melanggar protokol kesehatan Covid-19 minimal Rp 25 ribu dan maksimal Rp 100 ribu.
Demikian pula pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, atau penanggungjawab tempat, dan fasilitas umum, juga sangsingnya berupa teguran lisan atau tertulis, denda adminstratif minilal Rp 50.000, dan maksimal Rp 150.000, penghentian sementara operasional usaha atau keramaian, dan pencabutan izin usaha atau keramaian. (gus/C)

Komentar Anda





Comments
To Top
.