Metro

Tagihan Listrik Belum Stabil Desak Direksi PLN Dievaluasi


BKM/ARF EVALUASI--Gerakan Mahasiswa Laskar Merah Putih (Gema LMP) Sulawesi Selatan turun melakukan aksi unjuk rasa, kemarin. Mereka menuntut direksi PLN untuk dievaluasi.

MAKASSAR, BKM– Lonjakan pembayaran tarif listrik masih menjadi isu santer dan masif disuarakan pelanggan. Langkah dari PT PLN dalam menaikkan tarif listrik tanpa lebih dulu melakukan sosialisasi membuat para pelanggan geram.
Jerit keluhan dan protes yang disuarakan pelanggan atas pembengkakan tagihan listrik dari PT PLN cukup nyaring terdengar. Olehnya, aktivis mahasiswa yang tergabung di dalam Gerakan Mahasiswa Laskar Merah Putih (Gema LMP) Sulawesi Selatan turun melakukan aksi unjuk rasa.
Dengan membawa sejumlah tuntutannya, ratusan massa Gema LMP Sulsel turun berdemonstrasi di kantor PT PLN Unit Induk Wilayah Sulselrabar, Jalan Hertasning Raya, pada Rabu, (16/9). Adapun tuntutan dari mereka salah satunya adalah meminta Kementerian BUMN turun langsung untuk mengevaluasi terhadap kinerja direksi khususnya PLN di Wilayah Sulselrabar.
“Aksi damai yang kami lakukan pada hari ini berangkat dari keresahan rakyat terkait dengan kenaikan tarif listrik oleh PLN. Kami menduga bahwa KWH meter milik PLN yang kini tersebar di Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan tidak dilakukan tera ulang,” tegas Jendral Lapangan, Bimbim.
Menurutnya, KWH merupakan bagian dari alat ukur, takar, timbang dan peralatannya (UTTP) yang mana diatur pada Undang-undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang meteorologi legal setiap UTTP yang digunakan. Untuk transaksi jual beli wajib ditera ulang.
“PLN Wilayah Sulselrabar telah melanggar undang-undang nomor 08 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, yang mana tertuang dalam pasal 08 bahwa setiap pelaku usaha dilarang memproduksi atau memperdagangkan barang atau jasa yang tidak memenuhi syarat atau standar perundang-undangan,” tambahnya. (arf)

Komentar Anda





Comments
To Top
.