Kriminal

10 Tahun DPO Korupsi BPD Sulbar, Ditangkap di Makassar


BKM/QADRY GIRING DPO -- Tim kejaksaan saat menggiring Arman Laode Hasan, DPO kasus korupsi BPD Sulbar yang ditangkap pada Minggu (20/9) di dalam salah satu kompleks perumahan di Kota Makassar.

MAKASSAR, BKM — Setelah selama sepuluh tahun masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), Arman Laode Hasan, akhirnya baru dapat ditangkap pada Minggu, 20 September 2020, sekitar pukul 09.30 Wita.
Arman Laode, DPO dalam kasus korupsi dana sebesar Rp41 miliar Bank BPD Sulbar, tertangkap di dalam kompleks perumahan Angin Mammiri, Kecamatan Rappocini, oleh tim Pidsus dan Intelijen di Kejati Sulbar dibantu tim Pidsus dan Intelijen Kejari Makassar.
Adapun tim yang turun melakukan penangkapan DPO yang dikenal cukup licin, yakni Ivan Samosir dari Asisten Intelijen Kejati Sulbar, Salahuddin dari Koordinator Intelijen Kejati Sulbar, Nasran Totoran dari Kasubag Protokol Kejati Sulbar, Ottoman dan Sinrang dari Kasi Pidsus Kejari Makassar, Andi Gisman dari Intelijen Kejari Makassar, serta Rusdi dari Intelijen Kejari Makassar.
Dalam kasus ini, Arman Laode Hasan melakukan perbuatan yang merugikan negara sebesar Rp41 miliar dengan modus pengajuan modal kerja jasa kontruksi yang diketahui fiktif melalui BPD (Bank Pembangunan Daerah) Sulawesi Barat. Arman pun berhasil melarikan diri dan masuk sebagai DPO selama 10 tahun.
Terdakwa tesebut melakukan tindak pidana korupsi yang di lakukan secara bersama-sama sebagaimana diatur dalam dakwaan subsider pasal 3 jo pasal 18 undang-undang No.31 tahun 1999 jo pasal 18 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 jo pasal 65 ayat 1 KUHP, Undang-undang No.48 tahun 2009, Undang-undang No-8 tahun 1981, dan Undang- undang No.14 tahun 1985 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 5 tahun 2004.
Asisten Intelijen Kejati Sulbar, Ivan Samosir, mengatakan, selain terpidana Arman Laode Hasan, dalam kasus korupsi kredit fiktif pada BPD Sulbar Cabang Pasang Kayu, juga terdapat 10 DPO lainnya.
”Namun baru empat orang di antaranya yang telah berhasil dieksekusi paksa oleh pihak Kejaksaan Negeri Mamuju setelah para DPO telah dijatuhi vonis hukuman 6 tahun penjara,” kata Irvan.
Adapun Kasi Intel Kejari Makassar, Ardiansyah, menyebutkan, sebelum tim turun melakukan penangkapan terhadap DPO, tim terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Wakajati Sulsel), Rizal Nurul Fitri dan Kepala Kejari Makassar, Andi Sundari. Adapun eksekusi atau melaksanakan yang dilakukan oleh tim atas perintah yang terdapat dalam putusan Mahkamah Agung RI Nomor:132 k/pid.sus/2009 tanggal 01 Juni 2010.
”Setelah dilakukan penangkapan DPO, tim ke kantor Kejari Makassar untuk melakukan rapid tes kepada terdakwa. Setelah dilakukan rapid tes, terdakwa akan dibawa ke Sulbar dengan transportasi udara untuk selanjutnya dimasukkan ke dalam Lapas guna menjalani hukuman selama 6 tahun sesuai amar putusan. Dan apabila tidak mampu membayar denda sebesar Rp300 juta, maka akan ditambah kurungan selama tiga bulan,” terang Kasi Intel Kejari Makassar, Ardiansyah. (arf)

Komentar Anda





Comments
To Top
.