Kriminal

Polda Libatkan Kementerian Pendidikan dan BPK


Usut Dugaan Korupsi Renovasi Gedung LPMP Rp28 M

MAKASSAR, BKM — Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel, akan berkoordinasi dengan pihak Kementerian Pendidikan RI. Langkah ini dalam mengusut kasus dugaan korupsi renovasi gedung kantor Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sulsel senilai Rp28 miliar tahun anggaran 2019.
Selain melibatkan pihak Kementerian Pendidikan dalam penyelidikan kasus ini, penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel juga rencananya menggandeng BPK. Direktur Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Wildoni Fedri, saat dikonfirmasi terkait perkembangan penyelidikan kasus tersebut, mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pengumpulan data, serta fakta-fakta di lapangan terkait kasus proyek tersebut.
Termasuk juga dengan melibatkan serta menggandeng pihak dari Kementerian Pendidikan RI dan BPK RI guna kepentingan penyelidikan dalam kasus ini.
Penyidik, kata Wildoni, telah bersurat ke pihak Kementerian Pendidikan dan BPK, untuk melakukan koordinasi. ”Sudah sejak dari tanggal 5 lalu, kita telah bersurat ke sana,” ujar Direktur Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Wildoni Fedri, Minggu (20/9).
Hanya saja, surat permintaan yang dilayangkan penyidik ke Kementerian Pendidikan dan BPK belum mendapatkan balasan. ”Kita belum mendapat jawaban dan masih menunggu jawaban surat tersebut,” tukas Wildoni.
Lebih lanjut Wildoni menuturkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak Kementerian Pendidikan dan pihak BPK demi kepentingan penyelidikan dalam kasus ini. ”Yang pasti, kita terus komitmen menyelesaikan kasus ini hingga tuntas,” tukas Wildoni.
Diketahui, proyek renovasi gedung kantor LPMP Sulsel yang menelan anggaran Rp28 miliar tersebut, rencananya dibangun hingga setinggi 8 lantai yang terletak di Jalan AP Pettarani, Kota Makassar. Namun sejak dianggarkan pada tahun 2019 lalu, dengan menggunakan anggaran APBN tahun 2019 melalui Kementerian Pendidikan.
Faktanya, hingga saat ini proyek pembangunan gedung kantor LPMP Sulsel tersebut, terlihat terbengkalai dan tak berlanjut pembangunannya. (mat)

Komentar Anda





Comments
To Top
.