Metro

Progress Tol Layang Capai 99.22 Persen


BKM/CHAIRIL PROGRESS--Progres pengerjaan Tol Ujung Pandang hingga Minggu (20/9) telah mencapai 99,22 persen. Tinggal pengembalian kondisi Jalan bawah tol AP Petta Rani berupa pengaspalan, pembersihan drainase, pembangunan pedestrian dan penyediaan lajur sepeda.

MAKASSAR, BKM–Direktur Utama PT Bosowa Marga Nusantara (BMN), Anwar Toha, menyebutkan progres pengerjaan Tol Ujung Pandang atau tol layang Andi Pangerang Petta Rani hingga Minggu (20/9) telah mencapai 99,22 persen.
Ia mengatakan, sisa pengerjaan tol pertama di Indonesia Timur tersebut, pekerjaan minor dan perapihan meliputi marka jalan, pipa drainase, penerangan jalan, perambuan dan expansion joint.
“Keseluruhan pekerjaan minor ini akan selesai pada 30 September 2020. Sedangkan pekerjaan pengembalian kondisi Jalan AP Petta Rani eksisting progresnya telah mencapai 39,28 persen dan direncanakan selesai pada akhir Desember 2020 rampung,” ucap Anwar.
Sementara pengembalian kondisi Jalan bawah tol AP Petta Rani, sambung Anwar berupa pengaspalan, pembersihan drainase, pembangunan pedestrian dan penyediaan lajur sepeda. Sehingga nantinya kondisi Jalan AP Petta Rani akan lebih ramah bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda.
“Persetujuan desain dan uji beban jembatan juga telah dilaksanakan pada Agustus dan telah disetujui melalui rekomendasi yang diterbitkan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Selanjutnya akan dilakukan uji laik fungsi sebelum masa operasional yang direncanakan akan dilakukan pada awal bulan Oktober 2020 oleh Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan,” tandas Anwar.
Setelah tahapan ini selesai, sambung Anwar masyarakat Makassar dapat secara langsung merasakan manfaat dari jalan tol layang pertama di luar Pulau Jawa tersebut.

“Penantian panjang masyarakat Makassar sebentar lagi akan segera terwujud. Seluruh proses pengerjaan proyek telah memasuki tahap akhir, dan diharapkan dapat selesai pada akhir September 2020. Sehingga Jalan Tol Layang A.P. Pettarani dapat dioperasikan secara fungsional pada bulan Oktober 2020.” ucap Anwar.
Anwar menambahkan, kelancaran dan keberlangsungan proyek ini tidak akan terlaksana tanpa adanya dukungan dari seluruh pihak dalam hal ini Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintah Pusat, Kepolisian serta berbagai mitra strategis dari sisi finansial dan pengerjaan proyek yang telah mendukung seluruh tahapan.
“Proyek jalan tol layang sepanjang 4,3km ini memiliki nilai investasi sebesar Rp2,243 triliun dan merupakan hasil karya anak bangsa yang melibatkan 2000 lebih pekerja yang dibangun tanpa adanya pembebasan lahan,” ujar Anwar.
Menurut Anwar proses pengerjaan kontruksi telah dimulai sejak 30 April 2018 dan dibangun dengan skema investasi oleh pihak swasta. Meski di tengah pandemi covid-19, pengerjaan proyek Jalan tol terus dilakukan dengan tetap mematuhi standar Sistem Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja (SMK3) serta protokol pencegahan covid-19 yang diterapkan secara disiplin dan ketat.
“Manajemen perusahaan selalu memastikan penerapan prosedur mulai dari tahapan pencegahan dan penanganan Covid-19 di seluruh unit kerja proyek yang terus diperbarui seiring dengan perkembangan data kasus terkini,” tutupnya.(nug)

Komentar Anda





Comments
To Top
.