Headline

2021, Dua Kali Puncak Musim Hujan di Sulsel


MAKASSAR, BKM — Masyarakat Sulawesi Selatan patut bersiap-siap. Pada beberapa wilayah kabupaten dan kota besar akan mengalami dua kali puncak musim hujan.
Di bulan Januari 2021 diprediksi akan terjadi puncak musim hujan pertama. Berlangsung di wilayah Pinrang, Parepare, Barru, Pangkep, Soppeng, Maros, Makassar, Jeneponto, sebagian Bulukumba, Selayar, dan sebagian Sinjai.
Untuk puncak musim hujan kedua, diperkirakan pada bulan Mei 2021. Masing-masing di wilayah Kabupaten Bone, Wajo, Sidrap, Enrekang, dan Luwu.
Kepala Stasiun Klimatologi Maros Hartanto, menjelaskan bahwa secara umum wilayah Sulsel itu terbagai atas tiga zona musim. Yakni pesisir barat, pesisir timur, dan Sulsel bagian utara (non musim). Hal tersebut dikarenakan topografi yang berbeda-beda di setiap wilayahnya.
Hal yang sama juga terjadi dengan awal musim hujan yang tidak serempak. Dari 24 zona musim (Zom) di Sulsel, sudah ada satu wilayah yang masuk musim hujan pada dasarian pertama (sepuluh hari pertama per bulan). Yakni bagian barat Tana Toraja yang berbatasan dengan Sulbar. Sedangkan untuk sebagian besar wilayah Sulsel masuk dalam musim hujan pada dasarian pertama November.
“Puncak musim hujan 2020/2021 diperkirakan sebagian besar pada Januari dan Mei. Di Sulsel itu dua kali puncak musim hujan,” kata Hartanto, Senin (20/9).
BMKG, kata Haertanto, telah mengimbau pemerintah daerah, serta masyarakat untuk mewaspadai musim hujan lebih awal. Khususnya dalam menghadapi puncak musim hujan 2020/2021.
Adapun daerah yang perlu waspada, yaitu wilayah yang rentan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor. “Pemerintah harus lebih optimal melakukan penyimpanan air pada musim hujan. Utamanya danau, waduk, embung, kolam retensi, dan penyimpanan air buatan lainnya di masyarakat melalui gerakan memanen air hujan,” ucapnya.
Kepala Bidang Datin Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) wilayah IV Hanafi Hamzah, menuturkan musim hujan 2020/2021 terbilang normal jika dibandingkan data 30 tahun terakhir. Suhu permukaan laut di Indonesia pada umumnya lebih hangat di bulan Agustus.
Kondisi ini akan merata di seluruh wilayah perairan Indonesia dari bulan September-November 2020. Pada bulan Desember 2020 hingga Januari 2021 wilayah perairan Indonesia dalam keadaan normal.
“Desember 2020 hingga Maret 2021 anomali positif di seluruh perairan sekitar Indonesia diprediksi mulai menuju normal. Namun di perairan Utara Sulawesi didominasi anomali positif,” terangnya. (mat)

Komentar Anda





Comments
To Top
.