Headline

Bapaslon Janji tak Bawa Massa ke KPU


Soal Nomor Urut, Semua Baik

MAKASSAR, BKM — Sesuai jadwal, Rabu (23/9) besok Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar melakukan pleno penetapan pasangan calon yang akan bertarung pada kontestasi pemilihan wali kota (pilwali) Makassar 9 Desember mendatang. Selanjutnya, 24 September dilakukan pengundian nomor urut.
Empat bakal pasangan calon (bapaslon) dijawadwalkan hadir bersama tim pemenangannya masing-masing. Mereka berkomitmen dan sepakat untuk tidak mengerahkan serta membawa massa ke gedung penyelenggara pilwali itu.
Bapaslon Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman) mengaku tidak memiliki persiapan khusus menghadapai penetapan pasangan calon yang akan dilakukan oleh KPU Makassar. Termasuk tidak akan ada pengerahan massa.
“Tidak ada persiapan khusus dan tidak ada pengerahan massa. Sesuai aturan KPU yang membatasi paslon hanya didampingi oleh LO dan dua orang dari tim,” ujar juru bicara Appi-Rahman, Mohammad Fadli Noer, Senin (21/9).
Menurutnya, pasangan Appi-Rahman akan didampingi oleh Erwin Aksa selaku ketua tim, dan Adi Rasyid Ali sebagai ketua sekber partai politik koalisi Appi-Rahman.
Soal nomor, Appi-Rahman juga tidak begitu punya unggulan. “Kami enjoy, nomor berapapun yang kami dapatkan. Karena nomor urut hanyalah pengenal unik setiap kandidat,” jelasnya.
Balon wali kota Mohammad Ramdhan Pomanto, mengaku terus berdoa dan berkonsolidasi menjelang penetapan. Dia pun tidak memiliki nomor tertentu dari hasil pengundian nantinya. Danny mengaku semua nomor memiliki arti yang sama bagusnya.
”Tidak ada masalah soal nomor urut. Itu tidak terlalu banyak pengaruhnya,” kata dia.
Danny juga berjanji akan berkomitmen untuk penerapan protokol kesehatan pada saat pleno penetapan pasangan calon ataupun pengundian nomor urut.
Bagaimana dengan pasangan Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Armin Halid (Imun)? Muwaffiq selaku juru bicara pasangan ini, mengatakan tim beserta pasangan calon lebih fokus pada kerja-kerja konsolidasi tim maupun jaringan untuk memenangkan None-Zunnun hingga ke tingkat RT/RW.
Menurutnya, penentuan dan penetapan pasangan calon merupakan ranah serta kewenangan KPU. Pihaknya hanya tinggal menunggu apa yang akan diumunkan KPU.
“Tidak ada persiapan yang dilakukan. Karena kami optimistis pasangan None-Zunnun Insyaallah akan ditetapkan sebagai salah satu pasangan calon. Apalagi, kemarin waktu pendaftaran, persyaratan dan kelengkapan berkas untuk maju dalam kontestasi pilwali ini lengkap semua,” ungkap Muwaffiq.
Setelah penetapan calon, KPU juga akan melakukan pengundian nomor urut pasangan calon. Seperti diketahui, ada empat pasangan calon yang maju dalam kontestasi sehinngga nomor urut yang akan diundi adalah 1, 2, 3, dan 4.
Soal nomor urut, Muwaffik menegaskan, nomor berapapun yang ditetapkan berdasarkan pengundian untuk pasangan None-Zunnun, itu sudah merupakan ketetapan dan aturan dari Allah Swt. Dan diharapkan menjadi angka keberuntungan bagi pasangan yang diusung Partai Golkar, PAN, dan PKS tersebut.
“Untuk nomor urut calon, tidak adaji prediksi maupun harapan. Nomor urut untuk pasangan None Zunnun semua baik. Semua sudah diatur oleh Tuhan. Semoga berkah dan menjadi angka keberuntungan bagi None-Zunnun,” pungkasnya.
Hal sama disampaikan Syamsu Rizal MI alias Deng Ical. Menurutnya, nomor berapa saja tentu akan bermanfaat. “Nomor berapa saja yang dikasih demikianlah adanya rezeki Dilan,” ujar pasangan dr Fadli Ananda ini. (jun-ita-rhm)

Komentar Anda





Comments
To Top
.