Gojentakmapan

Komisi V DPR RI Kunjungi Lokasi Proyek Rel KA


MAROS, BKM — Anggota Komisi V DPR RI, Muhammad Aras, melakukan kunjungan kerja di lokasi rel kereta api yang saat ini dalam proses pengerjaan, Sabtu (19/9). Untuk Kabupaten Maros sendiri, Muhammad Aras bersama rombongannya, mengunjungi Kelurahan Palantikang, dan melanjutkan peninjauan ke Desa Sapannang, Kabupaten Pangkep.
Dia menjelaskan, jika salah satu alasannya datang melakukan peninjauan, karena ada kabar pemindah alihan anggaran ke Jawa, jika progres pengerjaan rel kereta api di Sulsel masih lambat. Menanggapi hal itu, pihaknyapun akan berjuang untuk memastikan jika anggaran kereta api di Sulawesi Selatan, tidak akan dialihkan ke Jawa.
”Kami kemarin dengar di media, jika anggaran ini akan dialihkan. Tapi saya bersama teman-teman di Ditjen Perkeretaapian akan berjuang untuk memastikan anggaran kereta api di Sulsel tidak akan dialihkan kemana-mana,” ujar Muh Aras.
Menurutnya, kerjasama antara Forkopimda di daerah bersama masyarakat setempat juga penting, untuk saling membantu dalam menyelesaikan pengerjaan rel kereta api ini. ”Kita akan libatkan seluruh elemen pemerintahan, baik Provinsi maupun daerah untuk segerah merampungkan pengerjaan. Jadi ditahun 2022 sudah bisa mulai beroperasi,” jelasnya
Dalam kunjungannya ini, Muhammad Aras juga melakukan dengar pendapat dengan beberapa warga setempat yang tanahnya terkena pembebasan lahan.
Menurut warga setempat, mereka tidak menolak pembangunan rel kereta api. Tapi yang mereka tolak adalah harga lahan yang ditawarkan pemerintah terhitung rendah.
”Terkait harga lahan, itu tugas tim appraisal yang akan menilai sejauh mana harganya. Jadi jika ada yang keberatan oleh keputusan appraisal, mereka bisa mengajukan ke pengadilan, dan Insya Allah mereka akan berlaku adil,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur, Jumardi, menjelaskan, saat ini progres pembangunan rel di Pangkep lebih tinggi dibanding Maros.
”Progres tanah di Maros itu 25 persen, untuk pembangunan kontruksinya baru 20%. Sedangkan di Pangkep, progress tanahnya sudah memasuki 60 persen dan konstruksinya 40 persen. Sehingga pembangunan rel kereta api di Maros dan Pangkep ditarget rampung tyahun 2021,” jelasnya. (ari/c)

Komentar Anda





Comments
To Top
.