Metro

PAD Turun, Pemkot Naikkan Target di APBD-P


MAKASSAR, BKM– Rancangan Kebijakan Umum Perubahan APBD 2020, tercatat, terjadi penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp552 miliar. Penurunan itu dipengaruhi oleh terjadinya pandemi covid-19 yang hingga saat ini masih terjadi.

Akibat turunnya PAD tersebut Pemkot Makassar menproyeksikan kenaikan target PAD di APBD Perubahan 2020 sebesar Rp129 miliar. Kenaikan itu tertuang dalam Rancangan Kebijakan Umum Perubahan APBD 2020.
Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar, Ibrahim Akkas Mula, mengatakan, target tersebut merupakan selisi dari target APBD 2020 senilai Rp1,74 triliun dengan APBD Perubahan Rp1,19 triliun. Tetapi, target di APBD 2020 direfokusing dan turun hingga Rp900 juta akibat pandemi covid-19.
“Target kita sekarang kan cuma Rp900 juta akibat refokusing karena pandemi, nah di perubahan kita tambahkan Rp129 miliar. Jadi proyeksi PAD kita Rp1,19 triliun,” kata Ibrahim.
Naiknya target PAD di APBD Perubahan merupakan salah satu dampak dari upaya pemulihan ekonomi dan pelonggaran aktivitas usaha. Apalagi, hampir seluruh objek pajak mulai kembali bergeliat.
“Kalau mereka kembali beraktivitas dengan baik kita berharap ada pemasukan pajak dari pelaku usaha tersebut,” tuturnya.
Ibrahim mengaku optimistis bisa mencapai target PAD hingga Rp1,19 triliun. Apalagi hampir seluruh objek pajak realisasinya sudah diatas 50 persen. Hanya hotel dan hiburan saja yang masih lesu. Belum bisa beraktivitas normal.
Bahkan hingga saat ini, dari 11 jenis pajak realisasi pendapatannya sudah mencapai Rp540 miliar atau 66,38 persen. Terjadi peningkatan Rp2 miliar sampai Rp5 miliar per harinya.
“Jadi semua objek pajak ini bisa kita andalkan untuk menggenjot target pendapatan. Seperti, dari PBB, BPHTB, PPJ dan restoran. Kalau hotel dan hiburan ini belum karena dia yang paling terdampak,” paparnya.
Kepala Bidang Pajak Daerah II Bapenda Makassar, Adriyanto menyampaikan khusus pajak hotel dan hiburan tidak ada peningkatan target pendapatan di APBD Perubahan. Rp72 miliar untuk hotel dan Rp30 miliar untuk pajak hiburan.
“Khusus pajak hotel dan hiburan itu tidak ada peningkatan target,” ucapnya.
Berdasarkan data terakhir, realisasi pajak hotel sudah mencapai Rp32 miliar atau 44,72 persen. Sedangkan pajak hiburan Rp12,1 miliar atau 40,57 persen. Rata-rata pendapatan per hari kurang dari Rp1 miliar khusus untuk pajak hotel.”Ini belum sepenuhnya pulih, masih berproses,” tutupnya. (rhm)

Komentar Anda





Comments
To Top
.