Bisnis

Penjualan Rumah di Sulsel Turun


M Sadiq

MAKASSAR, BKM — Bisnis properti dimasa pandemi Covid-19 masih memberikan prospek positif. User yang melakukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) baik untuk rumah subsidi maupun rumah komersial tetap ada. Meski jumlahnya tidak sebanyak saat sebelum pandemi virus Corona.
”Penjualan rumah subsidi dan komersial dimasa pandemi Covid-19 ini masih tetap ada. Tapi jumlahnya tidak sebanyak ketika pandemi belum ada. Meski penjualan bisnis properti di daerah ini menurun tapi tidak sampai minus,” kata Ketua DPD REI (Real Estate Indonesia) Sulsel, M Sadiq saat virtual meeting bersama wartawan media Fajar Group, Senin (21/9). Menurut Sadiq, penurunan penjualan ini tidak saja terjadi di daerah ini tapi juga di daerah lainnya.
Pada kesempatan tersebut, owner dari Zarindah Group ini juga menyoal dengan adanya perilaku latah pelaku usaha properti. Dimana, mereka tidak kreatif dalam mencari lokasi untuk membangun dan memasarkan perumahannya. Sehingga ketika rumah yang mereka telah bangun, malah agak susah untuk terjual.
”Jadi ada perilaku latah dari sejumlah pelaku usaha properti dalam menjalankan usahanya. Misal ketika akan membangun suatu unit rumah, mereka bukannya mencari lokasi yang masih kurang pemainnya. Justru mereka masuk ke wilayah yang sudah banyak pemainnya. Karena mereka tergiur kalau di wilayah tersebut banyak peminatnya. Otomatis user akan mencari rumah yang dibangun pengembang yang sudah dikenal baik kredibilitasnya,” kata Sadiq.
Dikatakan, selama ini REI telah berperan aktif dalam membantu pemerintah untuk pemenuhan kebutuhan perumahan masyarakat baik untuk rumah subsidi maupun rumah komersial. Bahkan, REI telah ikut serta dalam menata suatu kota atau kabupaten.
”Untuk itu, pemerintah daerah baik di kota maupun kabupaten agar tidak mempersulit para pengembang yang bermaksud membangun perumahan di wilayahnya. Karena para pengembang ini akan membantu pemeritah daerah dalam menata kota dan kabupaten. Selain itu, pembangunan perumahan ini juga memberi multi efek kepada pelaku usaha lain yang berkaitan dengan konstruksi. Seperti pelaku usaha tanah timbunan dan bahan bangunan,” ujar Sadiq. (mir)

Komentar Anda





Comments
To Top
.