Kriminal

Remaja Wanita Dirudapaksa Enam Pria


Dari Perkenalan Lewat Game Online

DIAMANKAN -- Para terduga pelaku rudapaksa terhadap seorang gadis remaja ketika diamankan di Mapolsek Panakkukang.

MAKASSAR, BKM — Seorang gadis remaja berstatus pelajar mendatangi Mapolsek Panakkukang. Di depan polisi, gadis remaja berinisial EA (17) ini menangis lantaran kehormatan dirinya direnggut enam orang pria. Ada di antara terduga pelaku kata dia yang ia kenali.
Tim Resmob Polsek Panakkukang diturunkan setelah menerima aduan tindak pidana rudapaksa atau pemerkosaan terhadap anak di bawah umur tersebut. Tidak lama dari hasil penyelidikan. Hari itu juga tim Resmob Polsek Panakkukang meringkus satu per satu terduga kelompok pelaku.
Inisial mereka pria yang merupakan terduga pelaku yang diamankan, masing-masing berinisial Fh (26), MS (23), UR (21), IB (20), dan NA (23). Sementara satu orang wanita berinial SW turut pula diamankan lantaran ia bersama korban saat di hotel.
Hanya saja, petugas kepolisian belum bisa menjelaskan hasil pemeriksaan terhadap enam pria dan satu orang wanita yang diamankan tersebut. Namun dijelaskan Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Iqbal Usman, sebelumnya korban EA menceritakan jika berawal dirinya pada Minggu dinihari (20/9) sekitar pukul 03.00 Wita. Hingga dirudapaksa saat bertemu dengan kawanan terduga pelaku di sebuah Tempat Hiburan Malam (THM).
”Korban saat bertemu kawanan pelaku di THM. Di sana, korban diajak tenggak miras (minuman keras). Begitu korban dalam kondisi mabuk kawanan pelaku mengajak korban ke sebuah hotel di wilayah Panakkukang, dan menyewa dua kamar. Tak lama berselang, korban dirudapaksa dan digilir enam pria di kamar hotel. Satu dari mereka dikenal oleh korban, sehingga mereka terduga pelaku teridentifikasi,” kata Kanit Reskrim, Senin (21/9).
Menurut korban, sambung Kanit Reskrim, jika dirinya mengenal salah satu dari terduga pelaku lewat game online. Perkenalan itu hingga sampai janjian bertemu di sebuah THM di wilayah Kecamatan Ujung Pandang.
”Jadi korban saat bertemu diajak mabuk-mabukan. Sepulang dari THM, korban langsung dibawa ke sebuah hotel. Setiba di hotel dipesan kawanan pelaku dua kamar, yakni kamar 101 dan 103. Saat itu, korban dalam kondisi mabuk. Tapi sempat mendengar mereka terduga pelaku berbincang kemudian mematikan lampu kamar 101. Saat itulah korban dirudapaksa. Kami masih dalami peranan mereka masing-masing untuk bisa menjerat pasal dalam tindak pidananya. Dan kami juga berkoordinasi dengan unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar,” pungkas Kanit Reskrim. (ish/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.