Headline

Setiap Hari Siap dengan Tantangan Baru


Ni Made Ayu Masnathasari, Non Muslim yang Raih Dokter di UMI

IST RAIH DOKTER-Ni Made Ayu Masnathasari yang meraih gelar dokter di UMI Makassar. Foto Ayu bersama keluarga.

TAKALAR, BKM — Tidak banyak dari kalangan non muslim yang bisa kuliah dan mampu menyelesaikannya studinya di kampus dengan basis muslim. Dari jumlah yang sedikit itu, dr Ni Made Ayu Masnathasari,SKep salah satunya.

OLEH orangtua dan temannya, gadis ini akrab disapa Ayu. Kini ia telah resmi menyandang gelar dokter di depan namanya. Putri pasangan I Wayan S Natha dan Gusti Ayu Ketut Yustianiasih ini tercatat sebagai alumni terbaik di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.
Pada prosesi wisuda, Kamis (17/9) pekan lalu, Ayu berhak menyandang wisudawati terbaik. Ia berhasil mengoleksi indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,92. Cewek kelahiran tahun 1991 ini pun diberi amanah untuk menyampaikan pesan dan kesan dari mereka yang lulus.
Diakuinya, selama lima tahun delapan bulan berkuliah di UMI, tidaklah mudah. Dirinya harus banyak belajar setiap hari. Diapun selalu siap bahwa akan ada tantangan baru setiap harinya.
Berkuliah di kampus muslim seperti UMI Makassar, Ayu selalu mengikuti semua peraturan yang diterapkan. Tak terkecuali dirinya mesti mengenakan hijab.
”Selama kuliah saya bisa beradaptasi dengan semua teman-teman dan peraturan kampus. Memang tidak mudah. Pasti banyak tantangannya. Tapi semua bisa terlewati,” tutur bungsu dari dua bersaudara ini.
Bagaimana ketika berlangsung masa orientasi di awal-awal sebagai mahasiswi baru? Ayu mengaku tetap mengikutinya di Padanglampe. Namun kemudian diberi kompensasi untuk melaksanakannya di pura.
Ayu memiliki orangtua yang keduanya asli Tabanan, Bali dan beragama Hindu. Bapaknya, I Wayan S Natah adalah seorang guru olahraga SMP di Kabupaten Takalar.
Ayu menegaskan, apa yang diraihnya saat ini tidak terlepas dari dukungan keluarga, teman, serta seluruh pihak di kampus UMI. “Jauh hari saya telah mempersiapkan diri untuk kuliah di kampus UMI. Karena saya menyadari akan ada banyak tantangan bagi saya sebagai non muslim. Dan ada banyak pengalaman baru yang telah saya dapatkan selama kuliah,” jelas Ayu.

Didampingi kedua orangtuanya, Ayu tak lupa mengucapkan terima kasihnya kepada seluruh pihak di kampus UMI Makasar, terkhusus Fakultas Kedokteran yang telah menerima dan mendidiknya dengan baik.
I Wayan S Natha yang mendampingi putrinya di kediamannya, kemarin tak mampu menyembunyikan rasa haru dan bahagia atas pencapaian yang diraih Ayu. Pria yang telah puluhan tahun bermukim di Bumi Panrannuangku, Takalar ini pun bertutur tentang perjuangan sang anak.
”Semangat dan perjuangan putri kami telah membuahkan hasil yang membanggakan dan membahagiakan keluarga. Apalagi kuliahnya di kampus muslim. Kini, apa yang dicita-citakannya sudah tercapai. Dia sudah menjadi seorang dokter,” terangnya.
Di Kabupaten Takalar, khususnya wilayah kota, nama I Wayan S Natha tidaklah asing. Bahkan nama petinju kelas berat dunia, Evander Holifield kerap disematkan kepadanya. Maklum saja, Wayan dulunya memang seorang petinju dan kini menjadi pelatih tinju di sasana Lipang Bajeng.
Putra sulungnya, Putu Agustya Maswinatha,SPd,MPd mengikuti jejak sang ayah. Ia juga memiliki segudang catatan prestasi. Khususnya di bidang olahraga tinju. Baru-baru ini terangkap menjadi ASN di Kabupaten Jeneponto, sekaligus menjadi pelatih tinju di sana.
Sementara Ayu, sebelum menjadi seorang dokter seperti saat ini, juga telah mengukit sejumlah prestasi. Ia tercatat pernah menjadi dara dan daeng Takalar, serta Duta Fajar. (ari/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.