Headline

Danny-Appi Beda Tipis, Imun Terendah


Dilan Naik Turun

MAKASSAR, BKM — Sehari menjelang penetapan pasangan calon yang akan berkontestasi di pemilihan wali kota oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar, lembaga survei dan konsultan politik PT Indeks Politika Indonesia (IPI) muncul menghangatkan suasana. Mereka memaparkan hasil pemetaannya pada 15 kecamatan.
Dari empat bakal pasangan calon (bapaslon) wali kota dan wakil wali kota Makassar, trend elektoral petahana Mohammad Ramdhan ”Danny” Pomanto mengalami penurunan. Sementara sang penantang, yakni Munafri Arifuddin alias Appi naik.
Adapun Syamsu Rizal alias Deng Ical juga mengalami penurunan, meski pernah dua kali mengalami kenaikan. Demikian pula Irman Yasin Limpo alias None juga mengalami penurunan dan kenaikan dua kali.
Direktur Eksekutif PT IPI Suwadi Idris Amir, mengungkapkan bahwa elektoral Danny yang maju bersama Hj Fatmawati Rusdi masih teratas. Namun tinggal 35,25 persen. Sementara Appi yang berpasangan dengan Abdul Rahman Bando, elektoralnya meningkat hingga 34,38 persen. Selisih tipis antara Danny dengan Appi hanya 0,87 persen.
Untuk elektoral Deng Ical yang maju bersama dr Fadli Ananda berada pada 14,92 persen. Sedangkan None yang menggandeng Andi Zunnun Armin Halid menjadi yang terendah dan berada pada elektoral 3,68 persen.
“Meski ada elektoral yang naik, ada yang stagnan maupun turun, namun masih ada 11,77 persen warga yang belum menentukan pilihan. Suara inilah yang akan menjadi rebutan empat pasangan atau penentu siapa yang akan memenangkan pilwali Makassar,” ujar Suwadi Idris Amir di Hotel Swiss BellInn Panakkukang, Makassar, Selasa (22/9).
Kenapa ada elektoral yang naik, stagnan maupun yang turun? Suwadi memberi argumentasi, bahwa ada pasangan yang konsisten, baik dalam gerakan maupun isu.
“Kecuali jika Danny dapat membuat gerakan dua kali lipat. Sebagai petahana, Danny harus mampu membangun kembali citra positif yang selama ini dia miliki. Survei Danny akan stagnan di angka itu, atau bahkan turun hingga satu persen,” jelas Suwadi.
Untuk Appi, Suwadi menjelaskan bila usungan Demokrat, PPP dan Perindo tersebut bisa naik hingga dua persen dan bisa juga stagnan. Tapi untuk turun, kemungkinannya sangat kecil.
“Itupun jika ada blunder politik yang besar seperti masalah hukum atau asusila untuk Appi-Rahman,” terangnya.
Sementara bagi pasangan Dilan, seharusnya tidak mengalami penurunan sebagai penantang. Untuk itu, Dilan butuh kejaiban besar untuk bisa mengangkat trend surveinya. Kalau bisa, Dilan harus mampu merebut kembali yang hilang hampir 5 persen.
Dari empat kali melakukan survei, sejak Oktober 2019, Februari dan Juni 2020 sampai Agustus kemarin, elektabilitas pasangan Danny-Fatma terus turun. Sementara Appi-Rahman naik terus, Dilan cenderung turun, dan Imun stagnan.
Pada Oktober 2019, elektabilitas Danny tak tertandingi, mencapai 56,84 persen. Namun sejak berpasangan dengan Hj Fatmawati Rusdi, elektabilitas ini turun ke posisi 35,25 persen.
Sebaliknya, elektabilitas Appi pada Oktober 2019 masih di angka 18,31 persen dan konsisten terus menanjak. Sejak resmi berpasangan dengan Abdul Rahman Bando yang merupakan mantan kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Makassar, elektabilitas mereka melambung ke angka 34,38 persen.
Survei IPI yang digelar 26 Agustus hingga 2 September ini menggunakan sampel yang cukup banyak, yakni 1.530 responden. Hal tersebut bertujuan untuk memperkecil marging of error plus minus 2,5 persen

Tanggapan Bakal Calon

Hasil survei IPI mendapat tanggapan dari bakal calon wali kota Danny Pomanto. Wali kota Makassar periode 2014-2018 ini melihat hasil survei tersebut sebagai sesuatu yang biasa. Adama, akronim dari pasangan Mohammad Ramdhan Pomanto-Hj Fatmawati Rusdi tentu menghargai hasil survei tersebut.
Menurut Danny, pasangan Adama juga memiliki survei skala nasional yang saat ini sementara berjalan. ”Kami menghargai survei kandidat manapun. Kami juga punya survei, yang saat ini sementara berjalan,” ujar Danny.
Pasangan None-Zunnun melalui juru bicaranya Muwaffiq, menekankan bahwa tim pemenangan tidak terlalu terpengaruh dengan adanya rilis terkait elektabilitas yang dikeluarkan sejumlah lembaga survei. Termasuk oleh IPI.
“Untuk persoalan elektabilitas yang dirilis oleh lembaga survei, termasuk Indeks Politica, dari awal tim tidak merasa terpengaruh dengan hasil yang dikeluarkan,” kata Muwaffiq, Selasa (22/9).
Dia menegaskan, tim pemenangan None-Zunnun lebih fokus untuk melakukan konsolidasi tim dan jaringan guna memenangkan pasangan yang populer dengan tagline Kerhen ini.
“Yang selalu ditekankan bahwa tim pemenangan tidak pernah terganggu dengan hasil survei yang beredar di luar. Apakah survei itu mengunggulkan None-Zunnun atau tidak, tidak ada pengaruh apapun,” tegasnya.
Dia mengemukakan, dengan kerja-kerja jaringan dan konsolidasi tim yang terus diintensifkan, pihaknya optimistis bahwa hasil akhir pasangan None-Zunnun menang.
“Jadi kerja-kerja tim dan dukungan masyarakat secara nyata yang akan menentukan kemenangan pasangan Imun di pilwali Makassar ini,” tandasnya. (rhm-jun)

Komentar Anda





Comments
To Top
.