Gojentakmapan

Kursus Pembina Pramuka Angkatan 1 Berakhir


Keagamaan & Disiplin Ditunggu Anak-Anak Didik

BKM/ZAIN SYAM KMD -- Suasana penerapan disiplin baris berbaris pada acara puncak KMD Angkatan 1.

GOWA, BKM — Program pengembangan keagamaan, disiplin, dan wujud kekuatan sistem daya tahan tubuh yang menjadi hasil kreativitas/rumusan peserta kursus pembina pramuka tingkat dasar (KMD) angkatan 1, ditunggu anak-anak didik.
Penantian dan aplipikasi di lapangan sejalan dengan berakhirnya KMD angkatan I, sesi daring dan luring (perkemahan), Minggu malam (20/9) di SMPN 2 Barombong, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa. Angkatan ke-2 dijadualkan pada awal Oktober 2020.
Hasil kreativitas KMD ini, dituturkan Syahrir Radjab, Andalan Kwartir Cabang Pramuka Gowa, saat mengakhiri pembahasan putaran pertama kursus pembina golongan penggalang.
Di depan 40 peserta, ia mengatakan, selain hasil pembelajaran aspek keagamaan, disiplin dan penciptaan kekuatan sistem daya tahan tubuh, pembentukan watak dan karakter serta moralitas. Hendaknya diaplikasikan kepada anak-anak didik dalam bentuk pelatihan, olahraga, seni, prosa dan sendratari, disiplin baris berbaris. Juga soal disiplin yang merupakan konsep tingkah laku yang memiliki aspek lahir dan sekaligus aspek batin.
Pentingnya disiplin lahir, kata Syahrir, jauh lebih penting lagi disiplin batin. Sebab dengan disiplin batin yang tinggi, tak dapat diragukan lagi. Dimana, seseorang pasti mampu mewujudkan suatu tindakan ‘bagaimana seharusnya’ dan ‘bagaimana sebaiknya” yang dapat dilihat dari perbuatan lahiriah atau secara inderawi.
Disiplin batin akan mampu mengendalikan/mengatur seluruh pikiran, sikap dan tindakan, kapan berbuat atau tidak berbuat, mana yang patut dan manapula yang tidak patut. Sementara itu disiplin lahir tanpa dilandasi dengan disiplin batin, hanya akan mewujudkan manusia-manusia robot, tanpa kreativitas dan terbelenggu oleh aturan yang dibikinnya sendiri.
Di tempat yang sama, Kepala SMPN 2 Barombong, H Muh Ramli, menuturkan, soal pengembangan aspek keagamaan memberikan porsi yang lebih. Ia memberikan penggambaran tentang Nabi Muhammad SAW. Sosok Nabi Muhammad disebut sebagai penyelamat kemanusiaan.
”Saya yakin, jika seorang menduduki puncak kepemimpinan dunia modern ini serupa dengan nabi, maka ia akan berhasil menyelesaikan segala masalah sampai mampu mendatangkan perdamaian dan kebahagiaan yang selama ini diharapkan. Nabi kita ini telah memberi makna baru bagi agama. Bukan sekadar definisi tapi dimensi. Baginya, agama bukan hanya aturan dogma dan doktrin ataupun ritual dan perayaan saja. Baginya, agama adalah konsep hidup yang jauh lebih komprehensif. Baginya, agama adalah tata cara dan gaya hidup, ideologi yang mampu menembus ruang dan waktu serta pergerakan yang selalu siap mengisi kebutuhan dasar manusia untuk selamanya. nabi selalu membantu fakir miskin dan musafir,” kata Muh Ramli.
Di mana dalam filosofisnya, tambah Muh Ramli, orang-orang Arab yang belum siap masuk Islam, masih tetap suka menitipkan barang-barang berharga mereka kepada Muhammad. Ia memberikan kemudahan bagi mereka yang kesusahan. Mengembalikan hak mereka yang tidak diberikan hak, mengasuh anak yatim, serta melindungi yang lemah dan yang teraniaya.
Muhammad adalah guru agama, pembaharu sosial, panutan moral, simbol organisasi, teman yang setia, pendamping yang nyaman, suami sejati, dan ayah yang mencintai. Semua itu menyatu dalam dirinya. Sedangkan perkataannya abadi, selalu berkilau dan menyala. Kondisi inilah perlu diimplementasikan ke dalam kehidupan sehari-hari kepada anak-anak didik sebagai perjalanan romantis atau titik point dalam kenabiannya. (zai)

Komentar Anda





Comments
To Top
.