Sulselbar

Anak Pemilik Toko Diduga Dibunuh


Tewas Mengenaskan di Kecamatan Rumbia

BANTAENG, BKM — Penemuan mayat di Kecamatan Rumbia, Jeneponto, Selasa (22/9) malam menggemparkan warga setempat. Pria bernama Randy Secada, putra pemilik toko Hawai Baru (HB), Jl Raya Lanto Tappanjeng, Kecamatan Bantaeng, ditemukan tewas bersimbah darah.

Jenazah Randy tiba di rumah duka, Rabu (23/9), pukul 00.30 wita. Diduga menjadi korban pembunuhan karena terdapat beberapa luka tusukan benda tajam di tubuhnya.
Kedatangan jenazah Randy disambut isak tangis keluarga dan tengga. Mereka tidak menyangka, nasib pemuda yang masih berstastus lajang ini berakhir tragis.
Informasi BKM di rumah duka menyebutkan terdapat luka tusukan yang diduga akibat benda tajam. Luka menganga dileher kanan, isi dalam ulu hati menyembul, beberapa luka di bagian belakang.
Nisa, teman sekolah Randy di SMKN 1 Bantaeng, tak menyangka akhir hayat Randy berakhir sadis. “Orangnya baik dan ramah. Karenanya saya shok mendengar kabar kematiannya”, katanya.
Andre, ponakan korban, ditemui BKM, di rumah duka mengaku mendapat informasi korban meninggalkan rumah sesaat setelah mendapat telepon dari seseorang.
Hanya saja, Andre dan keluarga tidak tahu siapa penelpon tersebut. “Kami tidak tahu siapa yang menelpon Randy”, ucapnya.
Diungkapkan Andre, Randy (27), menderita 19 luka tusukan. Tiga di leher, empat di bagian perut, satu lengan kanan dan paha kanan, terbanyak di bagian pelakang. “Ada 19 luka tusuk di sekujur tubuhnya”, ungkapnya.
Ayah Randy, Menurut putranya tergesa-gesa meninggalkan rumah pada saat dia bersantap malam. “Saya sementara makan, Randy pergi”, katanya.
Sabang, tetangga Randy, menuturkan, pada pukul 19.00 wita, dia melihat Randy membeli minuman dingin di toko serba ada di samping kiri rumahnya. “Sudah bunyi salawatan di masjid, kira-kira jam 19.00, saya lihat Randy ke toko itu beli minuman dingin”, tuturnya.
Dia mengaku tidak percaya Randy ditemukan bersimbah darah di Rumbia, yang jaraknya 25 kilometer arah utara kota Bantaeng.
“Makanya saya tidak percaya sewaktu ada kabar pada pukul 20.00 wita bahwa Randy dibunuh di daerah Jeneponto bagian utara, karena baru-baru saya lihat beli minuman dingin”, kisahnya.
Baik keluarga, teman dekat maupun tetangga Randy, tidak tahu menahu motif pembunuhan sadis ini. “Tidak ada keluarga dan teman dekat korban yang tahu motifnya”, imbuh Andre.
Menurut Andre, informasi yang diterima keluarga, sudah ada satu orang yang diamankan polisi. “Kabar yang kami terima, katanya sudah ada satu yang diamankan di Polres Jeneponto. Namun kami belum bisa memastikan apakah yang diamankan itu adalah pelakunya”, ujarnya.
Jenazah Randy meninggalkan rumah duka menuju masjid Tappanjeng, pukul 11.40 wita untuk disalatkan. Selanjutnya, Randy diantar ratusan pelayat menuju pemakaman Thionghoa di Sasayya, Kelurahan Bonto Sunggu, Kecamatan Bissappu. (wam/C)

Komentar Anda





Comments
To Top
.