Metro

APBD Sulsel 2021 Ditarget 11 Triliun


Sedang Dalam Tahap Finalisasi

MAKASSAR, BKM–Rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Sulawesi Selatan sedang dalam tahap finalisasi. Rencananya APBD 2021 Sulsel ditarget Rp10 hingga Rp11 triliun.

Pelaksana tugas (Plt) Bappelitbangda Sulsel, Junaedi, menjelaskan, untuk anggaran Kesehatan diestimasi sebanyak Rp350 miliar. Sementara untuk tahun 2020 dialokasikan sekira Rp270 hingga Rp300 miliar. Penentuan tersebut dihitung dari belanja langsung.
“Kalau APBD kurang lebih 10 T, belanja langsung 3.5 T maka minimal Rp 350 M untuk urusan kesehatan,” beber Junaedi.
Sementara untuk sektor infrastruktur kata Junaedi, diusulkan sekira Rp800 hingga Rp900 miliar. Mengingat arahan menteri yakni minimal 25 persen APBD. Kendati begitu, untuk proyek infrastruktur Sulsel tidak melulu bertumpu pada APBD, melainkan memanfaatkan potensi dana dari pihak ketiga.
“Untuk infrastruktur kita akan mendorong pemanfaatan potensi dana dari pihak ketiga dengan pola kemitraan. Ini yang sementara kita dorong supaya ada investasi dalam bentuk pembangunan di Sulsel,” ucapnya.
Tambah Junaedi, pihaknya juga sementara menunggu informasi awal terkait rancangan rincian APBN untuk Sulsel. Berdasarkan informasi yang didapat, tahun ini ada pengurangan sekita 10 persen dana transfer baik DAU maupun DAK.
“Itu kebijakan secara nasional. Tapi kita sangat berharap Sulsel tidak dapat pengurangan karena Sulsel ini kan menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi nasional di kawasan timur Indonesia,” harapnya.
Untuk PAD, kata Junaedi, diproyeksi akan meningkat kurang lebih sekitar 5 persen dari Rp4.4 T menjadi Rp4.9 T.
“Itu proyeksi kita cuma untuk dana perimbangan dana transfer tidak bisa kita proyeksi. Presiden menyampaikan bahwa secara nasional dana transfer ke daerah akan mengalami penurunan,” tegasnya.
Sebelumnya Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, mengatakan, APBD 2021 fokus pada percepatan untuk recovery ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan pemanfaatan berbagai potensi daerah secara optimal agar dapat bangkit dan keluar dari kondisi perekonomian yang mengalami kontraksi di Triwulan II Tahun 2020 ini.
Wujud sinergitas tetap didorong lebih maksimal lagi, termasuk bagaimana memanfaatkan potensi lembaga perbankan dan lembaga non bank untuk menjadi penyokong dalam upaya mendorong tumbuh kembangnya UMKM, BUMDes, dan bergerak optimalnya aktifitas kelompok tani.(nug)

Komentar Anda





Comments
To Top
.