Metro

Suarakan Kenaikan Gaji Honorer


int Abdi Asmara

MAKASSAR, BKM– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Makassar, kembali menggaungkan kenaikan gaji pegawai kontrak di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dari Rp1 juta menjadi Rp1,5- 2 juta. Pasalnya, gaji yang hanya Rp1 juta perbulan dinilai tidak bisa menutupi biaya hidup selama sebulan.
Hal tersebut disampaikan anggota Banggar DPRD Makassar, Abdi Asmara. Ia mengatakan, selama ini para tenaga kontrak yang bekerja full time. Bahkan kadang hampir semua pekerjaan PNS dikerjakan oleh tenaga kontrak. Di sisi lain banyak pula ASN yang ongkang-ongkang kaki sekadar masuk, absen lalu keluyuran.
“Kalau tenaga kontrak ini ada pemotongan Rp200 ribu, jadi hanya tersisa Rp800 ribu. Bagaimana orang mau menutupi biaya hidup dengan nilai sebegitu di jaman sekarang ini. Belum lagi kita lihat kerja kontrak ini lebih banyak, apa salah kita peduli nasibnya dan anggarkan itu untuk mereka, utamanya honorer guru yah,” ungkapnya, Rabu (23/9).
Lewat rapat Badan anggaran di komisi, ia meminta Pemkot Makassar untuk menaikan gaji honorer. Sebab sangat wajar jikalau Pemkot Makassar memperhatikan tenaga kontrak. “Gaji mereka sangat tidak layak. Apalagi di masa pandemi covid-19 ini. Saya kira kesejahteraan mereka wajib diperhatikan,” ucapnya.
Untuk diketahui gaji honorer di lingkup Pemkot Makassar hanya Rp1 juta perbulan. Namun yang diterima sisa Rp800 ribu. Ada pemotongan Rp200 ribu. Masing-masing untuk tunjangan hari tua Rp150 ribu dan pemotongan BPJS Kesehatan 1 persen dari gaji atau R 50 ribu. (ita)

Komentar Anda





Comments
To Top
.