Bisnis

Transaksi Gadai Meningkat, Pegadaian Perketat Prokes


TRANSAKSI -- Sejumlah nasabah Pegadaian saat akan melakukan transaksi dengan tetap mematuhi Prokes.

MAKASSAR, BKM — Meningkatnya masyarakat yang bertransaksi di Pegadaian membuat Manajemen Kanwil VI Makassar lebih memperketat lagi protokol kesehatan (Prokes) pencegahan Covid-19 di outlet mereka. Hal ini sebagai upaya untuk mencegah terjadinya penularan virus tersebut.
Alim Sutiono selaku Pemimpin Wilayah menyampaikan, pihanya konsisten menerapkan protokol pencegahan kesehatan di outlet. Apalagi pada jam tertentu. Dimana, nasabah cukup ramai. ”Kapasitas ruang pelayanan kami kurangi. Hanya 50 persen dari kapasitas ruangan yang tersedia. Nasabah yang ingin bertransaksi juga dilakukan pengecekan suhu tubuh menggunakan thermal gun, wajib menggunkan masker, mencuci tangan, dan tetap menjaga jarak,” ujar Alim.
Pantauan media juga menunjukkan bahwa loket tempat bertransaksi sudah dilengkapi pembatas berupa akrilik atau plastik. Hal ini untuk mencegah adanya droplet yang mungkin terjatuh baik dari nasabah ataupun karyawan.
Alim menambahkan, jika ada karyawan yang dinyatakan positif berdasarkan hasil PCR (swab) maka karyawan tersebut wajib untuk melakukan isolasi mandiri jika tidak menunjukkan gejala. Sementara jika bergejala, akan dirujuk ke fasilitas kesehatan yang telah bekejasama. Selanjutnya outlet atau kantor akan ditutup selama tiga hari untuk dilakukan sterilisasi.
”Kami senatiasa mengajak masyarakat untuk bertransaksi melalui Pegadaian Digital Service. Namun, kalau pun harus tetap datang ke outlet wajib untuk mematuhi protokol kesehatan yang berlaku,” tutup Alim.
Dikonfirmasi terpisah, Humas IDI Kota Makassar, Wahyudi Muchsin, menyampaikan tanggapan mengenai pelayanan di Pegadaian Wilayah Makassar. ”Untuk karyawan dan nasabah, saya harap tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Jangan abai, karena seperti yang kita ketahui bersama, wabah Covid-19 ini belum usai. Saya menganggap Pegadaian sebagai salah satu institusi yang paham betul mengenai bagaimana memberlakukan protokol kesehatan dengan baik dan benar. Ini terbukti dengan kepedulian Pegadaian untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Makassar melalui pemberian bantuan APD, handsanitizer, dan masker kepada IDI dan masyarakat luas,” jelas Wahyudi.
Sampai dengan 22 September 2020, outstanding loan Pegadaian Kanwil Makassar mencapai Rp6,7 triliun. Angka ini naik 25,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. (mir)

Komentar Anda





Comments
To Top
.