Headline

Usut Dugaan Pungli Parkir di Kawasan Lego-lego


BKM/JUNI SEWANG DUGAAN PUNGLI-Kawasan kuliner Lego-lego di CoI yang perparkirannya diduga terjadi praktik pungli.

MAKASSAR, BKM — Kawasan Lego-lego yang berada di dalam wilayah Centerpoint of Indonesia (CoI) kini menjadi salah satu alternatif warga Makassar untuk menikmati kuliner. Lokasi yang diresmikan pengoperasiannya beberapa waktu lalu ini pun ramai dikunjungi.
Seperti halnya kawasan yang baru buka, persoalan klasik pun muncul. Dugaan pungutan liar (pungli) terkait perparkiran pun mencuat. Tarif yang dikenakan kepada pengunjung tergolong mahal. Bisa mencapai Rp10.000 hingga Rp15.000. Mereka yang datang ke tempat ini mengeluhkan hal tersebut.
Anggota DPRD Makassar angkat bicara terkait masalah ini. Mereka meminta pemangku kepentingan di pemkot untuk mengusut hal tersebut dan menindak oknum yang bermain.
Legislator Abdi Asmara, mengatakan lokasi kuliner yang baru dibuka tersebut memang rawan terjadi pungli, utamanya parkir. Terlebih lagi lokasinya berada di wilayah CoI. Untuk itu pihaknya akan melakukan langkah cepat dengan berkoordinasi OPD terkait, karena hal ini menyangkut soal kenyamanan masyarakat.
“Ya, harus ditindaki kalau ada pungli di sana. Pemerintah harus cek apa benar atau tidak. Kita berharap ada upaya pembinaan yang diutamakan. Namun jika ditemukan ada tindakan yang sudah tidak bisa lagi ditoleransi dan tidak lagi dilakukan pembinaan, maka tindakan tegas serta penerapan hukum harus diberlakukan terhadap siapapun yang melakukan upaya pungli,” tandas Abdi Asmara, kemarin.
Legislator Demokrat ini mengambahkan, terhadap juru parkir yang banyak mendapat sorotan terkait dugaan pungli, harus diambil langkah-langkah. Yang pertama, melakukan pendataan di titik mana saja lokasi parkir serta berapa jumlahnya.
“Pemerintah kita kan punya Tim Saber Pungli. Bila melihat atau mendapati tindakan pungli, kita harus bahu-membahu dan bekerja sama agar perbuatan seperti itu dapat dicegah. Kan seperti itu. Harus segera ditegasi kalau ada,” ujarnya.
Hal senada disampaikan anggota Komisi A Aswar. Kata dia, pungli di bidang perparkiran harus ditindaki secara serius oleh pemkot. “Kalau pungli ada di sana, maka pelakunya harus segera ditangkap. OPD yang menangani ini harus segera turun,” imbuhnya.
Diapun berjanji akan turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Jika ditemukan adanya indikasi pungli terhadap pengunjung, pihaknya segera mengambil langkah tegas.

Kewenangan Pemprov

Humas PD Parkir Makassar Raya Asrul, menjelaskan bahwa kawasan kuliner Lego-lego tidak masuk dalam ranah kewenangan dan pengelokaan pihaknya. “Kawasan Lego-lego tidak dalam pengelolaan kami, tapi oleh Pemprov Sulsel,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (23/9).
Menurut Asrul, salah satu pusat kuliner yang baru dibuka itu, lokasinya masuk dalam aset Pemprov Sulsel. Sehingga pengelolaanya berada di bawah kewenangan pemprov.
Kecuali, kata dia, ke depannya ada kebijakan yang dikeluarkan Pemprov Sulsel untuk pengambilalihan pengelolaan parkir melalui kerja sama, barulah PD Parkir bisa ikut.
“Jadi, walaupun lokasinya betul di Makassar, tapi kawasan itu masuk dalam aset Pemprov Sulsel. Untuk pengambilalihan, tergantung kebijakan Bapak Gubernur,” tandasnya.
Seorang jukir bernama Jhon yang ditemui di lokasi, kemarin membantah bila tarif yang diberlakukan tidak sesuai aturan. Apalagi sampai disebut terindikasi pungli.
”Untuk parkir mobil tempatnya sekitar Masjid 99 Kubah. Yang masuk kawasan kuliner Lego-lego hanya kendaraan roda dua (motor). Tarif parkirnya tidak ditentukan. Seikhlasnya saja,” kelitnya. (ita-jun-rhm)

Komentar Anda





Comments
To Top
.