Headline

Aroma Kecurangan Mencuat


APK Paslon Ditimpa, Ada Dugaan Bagi-bagi beras

MAKASSAR, BKM — Kampanye pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Makassar kini tengah bergulir. Dimulai sejak Sabtu (26/9).
Meski baru dihelat, aroma kecurangan mulai mencuat. Mulai dari alat peraga kampanye (APK) yang jadi sasaran, hingga indikasi bagi-bagi beras.
APK milik pasangan calon nomor urut satu Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Adama) dan APK pasangan nomor urut dua Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman), ditimpa APK milik pasangan calon nomor urut empat Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Armin Halid (Imun). Lokasinya di Jalan Jalan Antang Raya.
Praktik tersebut terekam video dan disebar melalui media sosial. Namun, baik tim pasangan Adama maupun Appi-Rahman disebutkan belum ingin mempersoalkan penimpaan APK tersebut ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Makassar.
Meski demikian, pihaknya tetap berharap tidak ada kecurangan lain yang akan dilakukan para pendukung pasangan calon. “Mestinya sesama tim pasangan calon kita saling menghormati dan menghargai. Jangan asal menutupi APK pasangan lain,” ujar Tri Sulkarnain Ahmad, juru bicara Appi- Rahman, Minggu (27/9).
Tim kedua paslon mengaku tidak akan memerintahkan pendukunganya untuk membuka APK Imun yang menutupi APK miliknya. “Biarmi timnya yang pindahkan sendiri,” ujar salah satu pendukung pasangan Adama, kemarin.
Tim Imun yang dikonfirmasi soal pemasangan APK yang menimpa APK milik Adama dan Appi-Rahman, belum memberikan klarifikasi. Walau begitu, tim dan relawan pasangan yang diusung koalisi Golkar, PAN dan PKS ini setelah mendapat laporan, juga langsung memerintahkan relawannya di dua lokasi tersebut agar segera memindahkan APK itu ke tempat yang ada.

Bagi-bagi Beras

Tak hanya soal APK yang ditimpa, namun juga soal pembagian beras. Hal itu merujuk pada beredarnya rekaman video pembagian beras kepada warga yang diduga dilakukan pada masa kampanye. Dari gambar yang ada, beras dibagi oleh warga yang berada di sebuah rumah dengan APK bergambar salah satu paslon.
Muhammad Fariz Zainal Islami selaku juru bicara pasangan Syamsu Rizal MI-dr Fadli Ananda (Dilan), menyampaikan bahwa video pembagian beras kepada warga itu patut diduga merupakan upaya membeli suara rakyat. Terlebih, diduga terjadi pada masa kampanye yang berlangsung sejak 26 September hingga 5 Desember.
“Ya, bisa jadi mengarah ke situ. Sudah mulai ada yang main beli suara. Hal ini mesti jadi perhatian Bawaslu untuk ditelusuri dan ditindak jika memang benar dugaan tersebut,” ujar Fariz, Minggu (27/9).
Menurut Fariz, sudah bukan zamannya lagi membeli suara rakyat dengan materi, baik itu uang, beras maupun barang lain. Cara-cara kotor tersebut tidak akan melahirkan pemimpin baik. Olehnya itu, ia mengajak semua pihak, utamanya kandidat bersaing secara sehat.
“Mari bersama-sama ciptakan pilwali Makassar yang tidak hanya aman, damai dan sehat, tapi juga jujur dan bersih. Ayo bersaing secara sehat. Menangkan dan rebut hati rakyat dengan adu gagasan dan program,” ujarnya.
Pasangan calon Dilan diketahui berkomitmen menciptakan pilwali jujur dan bersih. Untuk itu, pasangan doktor dan dokter ini telah membentuk tim hukum yang terdiri dari sedikitnya 50 advokat.
Tim hukum Dilan yang dikomandoi Yusuf Lao bahkan membentuk Divisi Penggalangan Bukti guna mengantisipasi kecurangan, khususnya yang mengarah ke Dilan. Untuk itu, Dilan mengerahkan tim hukum itu ke 15 kecamatan guna terus memantau dan mengantisipasi kecurangan. (rif)

Komentar Anda





Comments
To Top
.